Tuesday, June 9, 2009

Tinggal Melengkapi Audit BPKP

BANJARMASIN - Penanganan kasus dugaan korupsi pada proyek pengadaan seragam Hansip pada Badan Kesatuan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kotabaru, mendekat rampung. Penyidik Kejati Kalsel hanya menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalselteng.
 Senin (8/6), Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah SH membeberkan bahwa hingga saat ini, kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp500 juta ini, masih menampilkan dua tersangka, yakni Ruf dan Him.
 Ruf adalah Dirut CV Gunung Bamega yang menjadi kontraktor pengadaan seragam, sedangka Him adalah pejabat di Kesbanglinmas Kotabaru yang bertindak sebagai bendahara proyek. 
 "Pemeriksaan para tersangka dan juga saksi sebenarnya sudah hampir rampung. Kita masih menunggu hasil audit dari BPKP Kalselteng tentang kerugian negara secara riil," ungkapnya.
 Menurutnya, perhitungan dari BPKP sangat penting dan strategis, sehingga asumsi kerugian negara yang disampaikan penyidik, menjadi lebih kuat dengan adanya dukungan data dari lembaga teknis yang berkompeten.
 Selain itu, keterangan ahli di bidang konveksi juga sudah dikantongi sehingga lebih memudahkan pembuktian bahwa memang telah terjadi mark-up pada proyek pengadaan seragam Hansip tersebut.
 Meski demikian, hal itu bukan berarti menutup kemungkinan akan adanya tersangka selain Ruf dan Him. "Jika memang ada bukti dan fakta baru selama penyidikan, bisa saja akan ada tersangka baru," cetusnya.
 Pada Rabu (3/6) lalu, penyidik Kejati Kalsel juga telah memeriksa Abdul Muin dari CV Rapi Tata Kotabaru. Muin dimintai keterangan masih sebagai saksi, dalam kaitannya sebagai subkontraktor pelaksaaan proyek.
 Menurut penyidik Agus Pranoto SH, keterangan Muin sangat diperlukan, mengingat Muin turut mengerjakan pembuatan seragam Hansip sesuai perintah kerja dari CV Gunung Bamega.
 Him dan Ruf dijadikan tersangka sekaligus ditahan di Lapas Teluk Dalam Banjarmasin sejak Kamis (7/5) lalu. Keduanya ditahan setelah penyidik menganggap sudah cukup bukti untuk menahan kedua tersangka. 
 Pada tahun 2008, di Kesabnglinmas Kotabaru dilaksanakan proyek pengadaan seragam Hansip lengkap dengan atributnya dengan nilai Rp1,232 miliar.
 Cuma, dalam prosesnya, proyek yang dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 itu, dilakukan dengan sistem pemilihan langsung, bukan lewat tender terbuka. "Dalam hal ini saja, prosesnya sudah keliru," cetus As Pidsus Kejati Kalsel Abdul Muni SH MH kala itu.
 Kemudian, dalam pelaksanaannya, diduga terjadi penggelembungan harga seragam. "Harga yang tercantum dalam proyek, jauh lebih besar ketimbang harga di pasaran termasuk jika dibanding dengan proyek sejenis di provinsi. Kerugian negara untuk pengadaan 1.650 potong seragam, yang kemudian berubah menjadi 2.097 potong ini diduga Rp500 juta. adi



No comments: