Thursday, June 4, 2009

Tersangka Masih Satu Orang

BANJARMASIN - Pihak Sat II Krimsus Dit Reskrim sampai Rabu (3/6) kemarin masih menetapkan satu orang sebagai tersangka kasus pemalsuan oli bermerk, yakni Sud. Namun, kasus masih dikembangkan untuk membongkar dugaan keterlibatan pihak lainnya.
 "Sementara ini, kita baru menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni Sud. Namun, kasus ini masih terus kita kembangkan, karena kemungkinan ada tersangka lainnya," ungkap Kanit I Sat II Dit Reksrim Kompol Suprapto kepada wartawan, kemarin.
 Ditambahkan, dalam kasus itu, penyidik sudah bersiap akan menerapkan pasal 24 ayat (1) jo pasal 13 ayat (1) UU No 5 tahun 1984 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU No 8 Tahun 1999 tenang Perlindungan Konsumen jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 Penerapan pasal tersebut berkaitan dengan tindakan tersangka melaksanakan industri bermerk dan kemasan tanpa izin. Selain itu, produksi yang dilakukan tersangka ternyata memalsukan merk aslinya, sehingga isi kemasan tidak sesuai dengan standar mutu.
 Menariknya, penyidik bakal menerapkan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP yang berarti diduga perbuatan tersangka dilakukan secara bersama-sama dengan orang lain. Jika terjadi, maka kemungkinan besar, tersangka dalam kasus ini lebih dari satu orang.
 Bersama Dit Samapta Polda Kalsel, Sat II Krimsus Dit Reskrim berhasil membongkar tempat pengolahan oli palsu di Jl Pangeran Hidayatullah Banua Anyar, Banjarmasin, Selasa (2/6) sekitar pukul 08.30 Wita.
 Dari sebuah ruko di kawasan itu, petugas menemukan ratusan dos yang sudah bermuatan ribuan kaleng berisi oli palsu. Ironisnya, kaleng-kaleng oli yang sudah dipres menggunakan alat khusus tersebut, sepintas sangat mirip dengan kemasan oli asli.
 Bahkan, oli-oli palsu itu masih menggunakan kemasan oli asli, seperti Top 1, Castrol Active, Yamaluve, Ultra Tex dan Supreme. Petugas saat itu mengamankan seorang pria Sud, yang diduga berdiam di ruko sekaligus memegang kuncil ruko.
 Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Machfud Arifin kepada wartawan membenarkan kalau pihaknya sudah berhasil membongkar lokasi pengolahan oli palsu yang belakangan sudah meresahkan masyarakat. 
 Informasi yang disampaikan penyidik, berdasar keterangan tersangka, oli palsu ini sudah diedarkan di sejumlah kota di Kalsel, bahkan sudah merambah di kota-kota di Kalteng dan Kaltim.
 Saking rapinya kemasan, diduga kuat banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa oli yang dibelinya tersebut adalah oli palsu, hasil oplosan oli bekas dengan zat pewarna dan pewangi. Dalam sehari, produsen oli palsu ini disinyalir mampu membuat 40 sampai 80 dos, di mana tiap dos, bisa dimuat 24 kaleng atau botol oli palsu. adi














 



No comments: