Friday, June 12, 2009

Sabu Memang Asli, Satu Tersangka Masih Dikejar

BANJARMASIN - Doa dan harapan Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalsel HM Rosehan NB akhirnya benar-benar terkabul, setelah Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin menyatakan serbuk kristal hampir 2 ons memang asli sabu.
 Rosehan sempat berkelakar bahwa dirinya yakin kalau barang bukti temuan Sat II Dit Narkoba akan asli. Kelakar pria yang juga Wagub Kalsel ini sedikit 'menyindir' Sat I Dit Narkoba yang dua kali menemukan kasus ribuan pil yang ternyata ineks marlong, semuanya.
 Kepastian itu disampaikan Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Sukirman kepada Mata Banua, Kamis (11/9) kemarin. "Setelah kita periksakan ke laboraturium BPOM, barang bukti 195,74 gram serbuk kristal memang sabu," terangnya.
 Disinggung apakah Yus, salah satu tersangka komplotan pengedar sabu berhasil ditemukan, Sukirman menegaskan bahwa pihaknya masih berupaya mencari keberadaan Yus. Yus, warga Jl Veteran Gg Merpati No 148 RT 031 Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah ini menjadi buronan setelah upaya penyergapan pada Rabu (10/6) belum berhasil.
 Petugas Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel berhasil menemukan tujuh paket sabu seberat 195,74 gram atau hampir 2 ons di kediaman H Umr (44) di Jl Irigasi Kompleks Cacat Veteran RT 03 No 59 Kelurahan Labuan Tabu Martapura, pada Rabu (10/6) dinihari.
 Sabu yang dimuat dalam kantongan plastik ini ditemukan di kurungan ayam belakang rumah Umr. Ditemukan juga lima pak plastik klip, sebuah timbangan digital merk Tanita dan tiga buah isolasi bening. Semuanya diperkirakan sebagai alat untuk memaket sabu ke dalam peketan-paketan kecil dan sedang.
 Lima orang yang diduga satu komplotan dijadikan tersangka, masing-masing Umr, AF alias Fuad (34), warga Jl Veteran RT 018 Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah, Her alias Anang Gonto (40), warga keturunan China beralamat di Jl AES Nasution RT 025 RW 008 No 15 Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah. Vik (35), warga Jl Pramuka Kompleks Semanda I Perumahan Bumi Pramuka Asri No 11 A RT 029 RW 003 Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur dan Yus (39).
 Sabu hampir senilai Rp400 juta (satu gram bernilai Rp2 juta) ini cukup mengejutkan, karena lokasi temuan, letaknya cukup terpencil di pinggiran Kota Martapura. Apalagi, rumah H Umr tidak jauh dari irigasi Riam Kanan dan beberapa kolam tambak ikan yang dikelolanya.
 Diperkirakan, hal itu merupakan modus untuk mengelabui polisi. Ada dugaan, usaha tambak ikan hanya menjadi kamuflase saja untuk menutupi usaha besar komplotan tersebut.
 Tersangka Umr yang pernah lama bermukim di Arab Saudi, mengaku kalau sabu tersebut dikirim oleh dua orang masing-masing Fuad dan Anang Gondo. Baik Umr, Fuad dan Anang Gondo sama-sama mengakui kalau tujuh paket sabu itu milik seorang warga keturunan China berinisial Vik.
 Hanya saja, meski sebagai pemilik, Vik tidak mengantarkan langsung sabu itu ke Fuad dan Anang Gondo, melainkan lewat seorang kurirnya, berisial Yus. adi



No comments: