Monday, June 15, 2009

Sabu 37 Gram Dari Martapura Lama

BANJARMASIN - Kabupaten Banjar lagi-lagi dikejutkan dengan temuan besar sabu. Betapa tidak, dari hasil undercover buy, petugas Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel berhasil mengamankan delapan paket atau 37,24 gram (berat bersih 34,94 gram) sabu dari kediaman seorang ibu rumah tangga, Ris alias Amak (29) di Jl Martapura Lama Kompleks Persada Raya jalur III RT 11 No 11 Sei Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (13/6) pukul 17.30 Wita.
 Padahal, beberapa hari sebelumnya, yakni Rabu (10/6) dinihari, di Martapura juga ditemukan sabu seberat hampir 2 ons oleh Sat II Dit Narkoba di rumah H Umr (44), Jl Irigasi Kompleks Cacat Veteran RT 03 No 59 Labuan Tabu. Lima orang yang diduga satu komplotan dijadikan tersangka, masing-masing Umr, AF alias Fuad (34), Her alias Anang Gonto (40), Vik (35) dan Yus (39).
 Berbeda dengan teknik pengintaian untuk membongkar jaringan 2 ons sabu, kali ini, petugas hanya berpura-pura sebagai pembeli.
 Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana mewakili Dir Narkoba Kombes Pol Sukirman membenarkan teknis penyamaran tersebut. Menurutnya, mula-mula anakbuahnya berpura-pura hendak membeli tujuh kantong sabu (satu kantong 5 gram sabu) dari Kar alias Galuh (46), warga Jl Veteran Gg 7 A RT 23 Sei Bilu, Banjarmasin.
 Merasa calon pembeli sangat serius, Galuh lalu menghubungi Ardi (23), warga Jl Veteran RT 14 Kuripan, Banjarmasin Timur. Galuh dan Ardi lalu bermusyawarah bagaimana mempertemukan calon pembeli itu dengan bos mereka sehingga aman.
 Lalu Galuh dan Ardi menyarankan calon pembeli supaya mendatangi kediaman Rah alias Amak di Jl Martapura Lama Komleks Persada Raya jalur III RT 11 Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
 Setelah tersangka Galuh, Ardi dan calon pembeli berada di rumah Amak, lantas Amak menyuruh kedua pengubung itu menemui HR alias Madi (29), menantunya sendiri, yang adalah warga Jl Simpang Kuripan RT 07 No 5 Kelurahan Kuripan Banjarmasin Timur.
 Madi dengan semangat tanpa menyadari calon pembelinya adalah polisi yang menyamar kemudian mengontak bandar besar, WK alias Weldi (27), seorang warga keturunan China, berdomisili di Jl Cempaka Putih Gg VI N 7 Kebun Bunga, Banjarmasin Timur.
 Setelah yakin, kalau calon pembeli benar-benar sangat membutuhkan pembelian dalam jumlah besar, Madi dan Weldi lalu mendatangi kediaman Amak, di mana penghubung mereka juga masih ada di rumah tersebut. Weldi mau datang setelah diyakini calon pembeli akan membeli sabunya dengan harga Rp1.950.000 pergramnya.
 Membayangkan bakal dapat duit Rp68 juta lebih, Weldi lalu bersiap-siap mengeluarkan sabu miliknya untuk diserahkan kepada calon pembeli.
 Namun, begitu barang bukti sudah tampak di depan mata, sejumlah petugas yang sudah mengintai kemudian masuk menggrebek kediaman Amak dan meminta para tersangka menyerahkan diri bersama barang buktinya.
 Galuh, Ardi, Amak, Madi lebih-lebih lagi Weldi hanya bisa terkaget-kaget begitu menyadari kalau mereka sudah terjebak di tangan polisi. Akhirnya dengan berat hati, para tersangka mengakui sebagai jaringan pengedar narkoba.
 Menurut Made, para tersangka dijerat dengan pasal 62 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara. Sejumlah tersangka sendiri, diantaranya juga adalah residivis kasus serupa. adi 
 



No comments: