Wednesday, June 10, 2009

Polda Kalsel Turut Berbelasungkawa

BANJARMASIN - Selasa (9/6), Polda Kalsel menyatakan turut berbelasungkawa atas musibah meninggalnya tiga perwira Kopassus TNI AD dalam kecelakaan helikopter jenis Bolkow BO105 dengan nomor HS7112 yang jatuh di Kampung Cibuni, Rawa Beber, Pagelaran, Cianjur, Senin (8/9) sekitar pukul 19.00 WIB atau 20.00 Wita.
 Pasalnya, diantara korban meninggal dunia, yakni Kapten Inf Agung Gunarto adalah menantu dari Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Isdiyono, yang berarti masih bagian dari keluarga besar Polda Kalsel. Mendiang Kapten Inf Agung kelahiran Cirebon dan menikah dengan Feni Anggraeni putri Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Isdiyono.  
 "Memang yang meninggal dalam musibah itu, terdapat menantu Pak Kombes Pol Isdiyono. Sehingga, duka Pak Isdiyono adalah duka bagi Polda Kalsel juga," ujar Wakapolda Kalsel Kombes Pol Daminaus Jackie kepada wartawan, kemarin.
 Menurut Jackie, setelah kabar duka itu diterima, Kombes Pol Isdiyono pagi itu juga langsung berangkat dari Banjarmasin menuju Cianjur untuk berkumpul dan berkabung dengan keluarga besar almarhum.
 Dari informasi terhimpun, selepas peristiwa naas itu, jenazah Kapten Inf Agung Gunarto dimasukkan ke pemulasaran jenazah RSUD Cianjur. Kesedihan terlihat dari wajah para anggota TNI, tidak terkecuali kerabat Kapten Inf Agung Gunarto yang tinggal di Cianjur. 
 "Kami sangat sedih telah kehilangan saudara kami. Dia semasa hidup sangat baik, dan jadi teladan baik kami," kata Dian Irawati kerabat Agung Gunarto, sambil mengusap air mata. 
 "Semasa hidupnya Pak Agung kerap ke Cianjur mengunjungi keluarga mertuanya, karena kebanyakan tinggal di sini termasuk saya," terang Dian. Almarhum Agung meninggalkan seorang istri, Feni Anggraeni, serta dua anak yang masih kecil-kecil, Eisyah Agung Gunarto (5) dan Nabila (3).
 Sebagaimana diketahui, dua penumpang heli TNI AD tewas di lokasi jatuhnya heli, yakni Kolonel Ricky Samuel, Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kopassus, dan Kapten Agung, Kepala Seksi Operasi Pusdik Kopassus.
 Sementara Lettu Yuli Sasongko, juga perwira pertama Kopassus meninggal dunia dalam perjalanan Senin (8/6) malam saat akan dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
 Sebelumnya, Yuli sempat mendapatkan perawatan di RSUD Cianjur. Namun akibat luka yang diderita sangat parah, tim medis merencanakan merujuknya ke RSPAD Gatot Subroto. Namun,selang beberapa puluh menit setelah meninggalkan RSUD Cianjur,nyawa Yuli tidak dapat tertolong
 Dua korban luka-luka adalah Lettu Agus Sudarso serta pilot Lettu Hadi Isnarto. 
 Informasi yang berhasil dikumpulkan Seputar Indonesia, sebelum jatuh, helikopter tersebut terlebih dahulu menabrak rimbunan pepohonan yang berada di sekitar kawasan perbukitan. Penuturan beberapa warga sekitar, kondisi badan helikopter berada dalam posisi menukik, dengan bagian kepala berada di tanah, dan bagian belakangnya berada di atas. 
 Engkos, 40, warga sekitar menyebutkan, sebelum helikopter jatuh, cuaca di lokasi sangat buruk. Hujan turun cukup deras disertai dengan tebalnya kabut. Setelah kecelakaan itu,sejumlah warga yang tinggal di lokasi kejadian segera memberikan pertolongan. Menurut Engkos, salah seorang dari awak penumpang tersebut diketahui terlempar dari pesawat. 
 Helikopter milik Penerbad TNI AD itu digunakan oleh para anggota Kopassus untuk latihan penyelamatan. Helikopter diterbangkan dari markas Pusdik Kopassus di Batujajar, Bandung Barat, ke tempat latihan di kawasan Pagelaran, Cianjur.Namun, dalam perjalanan pulang ke Batujajar saat berada di kawasan pegunungan di Pagelaran, helikopter itu jatuh. 
 Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Christian Zebua mengatakan, belum diketahui secara pasti penyebab jatuhnya helikopter. Namun, diperkirakan karena cuaca buruk. "Cuaca di lokasi saat itu sedang hujan dan angin kencang," kata Zebua. Dia menegaskan, kondisi helikopter yang jatuh masih layak. 
 Helikopter jenis Bolkow BO105 bernomor HS7112 tersebut diproduksi pada 1988. Bolkow-105 atau NBO-105 merupakan pesawat helikopter yang cocok untuk medan tempur. Selain suaranya tidak bising, helikopter yang mampu mengangkut lima orang penumpang itu juga bisa dipasang senapan mesin dan juga misil. adi/web



No comments: