Monday, June 15, 2009

Penjual Binatang Langka Diamankan

BANJARMASIN - Bagi pedagang binatang langka jangan coba-coba lagi seenaknya memperjualbelikan binatang-binatang langka yang sebenarnya dilindungi pemerintah itu. Pasalnya aparat terkait sangat intensif melacak keberadaan pasar gelap itu.
 Seperti yang terjadi di samping Pasar Kertak Hanyar, tepat depan Polsek Kertak Hayar Jl A Yani Km 7, Minggu (14/6) kemarin, tiga orang pedagang hewan langka, diamankan aparat gabungan dari Sat IV Tipiter Dit Reskrim Polda Kalsel dan Penyidik PNS (PPNS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel.
 Ketiga orang bernasib sial itu adalah Fah (40), warga Banjarmasin, Dil (47), warga HST dan Mah (30), warga Tala. Mereka tertangkap tangan sedang menjaja binatang langka seperti elang, kucing hutan, uwa-uwa, dan bangkui di samping Pasar Kertak Hanyar.
 Informasi terhimpun, perdagangan bintang langka diduga kerap terjadi di kawasan Kertak Hanyar, apalagi di hari Minggu, bersamaan dengan ramainya pasar kembang hias di tepi jalan.
 Untungnya, warga yang menyayangkan hal itu kemudian menyampikan informasi ke polisi. Polisi lalu berkoordinasi dengan jajaran BKSDA yang kemudian bersama-sama turun ke lokasi.
 Benar saja informasi warga, ternyata di pasar sejumput depan Polsek Kertak Hanyar itu, terlihat binatang-binatang langka yang hendak diperjualbelikan.
 Fah, Dil dan Mah yang menjadi pedagang binatang langka itu kemudian diamankan petugas. Sementara barang bukti berupa tiga ekor elang, empat kucing hutan, seekor uwa-uwa dan seekor bangkui yang masih dalam kandang kecil, kemudian turut diamankan.
 Sumber di Sat IV Tipiter Dit Reskrim Polda Kalsel menyebutkan bahwa tindakan oknum warga memperjualbelikan binatang langka yang dilindungi pemerintah dan UU bisa dikenanakan pasal tindak pidana yang diatur dalam pasal 21 ayat (2) UU No 9 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam.
 Hanya saja, aparat dari kepolisian melimpahkan masalah tersebut kepada BKSDA Kalsel selaku domain atau pihak paling berkompeten dalam pelaksanaan UU No 9 Tahun 1990 tersebut.
 Ditambahkan sumber, tiga oknum pedagang gelap tersebut untuk sementara akan diberikan pembinaan dan penerangan dari BKSDA. Namun, jika nanti, ketiga oknum tersebut masih berbuat hal yang sama, maka PPNS BKSDA tidak bisa lain akan menjeratnya dengan hukum yang berlaku.
 Adapun binatang langka yang disita dari ketiga oknum akan ditangkarkan sementara untuk kemudian akan dilepas ke hutan lindung, sehingga dapat berkembang-biak dengan alami. adi
























No comments: