Wednesday, June 3, 2009

Pengolahan Oli Palsu Dibongkar

BANJARMASIN - Sat II Krimsus Dit Reskrim bekerja sama dengan Dit Samapta Polda Kalsel berhasil membongkar tempat pengolahan oli palsu di Jl Pangeran Hidayatullah Banua Anyar, Banjarmasin, Selasa (2/6) sekitar pukul 08.30 Wita.
 Dari sebuah ruko di kawasan itu, petugas menemukan ratusan dos yang sudah bermuatan ribuan kaleng berisi oli palsu. Ironisnya, kaleng-kaleng oli yang sudah dipres menggunakan alat khusus tersebut, sepintas sangat mirip dengan kemasan oli asli.
 Bahkan, oli-oli palsu itu masih menggunakan kemasan oli asli, seperti Top 1, Castrol Active, Yamaluve, Ultra Tex dan Supreme. Petugas saat itu mengamankan seorang pria Sud, yang diduga berdiam di ruko sekaligus memegang kuncil ruko.
 Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Machfud Arifin kepada wartawan membenarkan kalau pihaknya sudah berhasil membongkar lokasi pengolahan oli palsu yang belakangan sudah meresahkan masyarakat. 
 "Dari laporan warga, kita coba melakukan penyelidikan dan pengintaian semalaman penuh. Setelah dirasa yakin dan cukup bukti, kita langsung melakukan penggeledahan di lokasi. Hasilnya, ditemukan perlengkapan pengolahan oli palsu, termasuk bahan-bahan dasar pembuat oli palsu itu," cetusnya.
 Menurut Machfud, tersangka masih dilakukan pemeriksaan dan jika terpenuhi unsur bakal dikenakan pasal dalam UU Perlindungan Konsumen dan UU Perlindungan Hak Cipta.
 Informasi terhimpun, polisi mendapat pengaduan dari warga bahwa di sebuah ruko di Jl Pengeran Hidayatullah Banua Anyar, dicurigai ada aktivitas pembuatan oli palsu.
 Informasi yang diperoleh Samapta Polda kemudian dikoordinasikan dengan Sat II Krimsus Dit Reskrim yang kemudian langsung menindaklanjutinya dengan pengintaian.
 Sejumlah polisi berpakaian preman Senin (1/6) malam melakukan pemantauan lokasi dari tempat tersembunyi. Pengintaian sendiri dilakukan sepanjang malam untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
 Barulah pada Selasa (2/6) pagi, puluhan polisi langsung melakukan penggeledahan ruko. Tak dinyana, di dalam ruko tersebut, petugas mendapati ratusan dos dan ribuan kaleng berisi oli palsu.
 Petugas juga menyita peralatan pendukung, seperti alat press untuk menyegel tutup kaleng dan botol, cairan pewarna, pewangi, puluhan jerigen oli bekas.
 Diduga, oknum pembuat oli palsu, menggunakan kaleng dan botol bekas oli asli. Kemudian, oli bekas digunakan dan dicampur dengan cairan pewarna dan zat pewangi, sehingga terkesan seolah-olah sama dengan oli asli.
 Dari keterangan sementara, oli palsu ini sudah diedarkan di sejumlah kota di Kalsel, bahkan sudah merambah di kota-kota di Kalteng dan Kaltim.
 Saking rapinya kemasan, diduga kuat banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa oli yang dibelinya tersebut adalah oli palsu, hasil oplosan oli bekas dengan zat pewarna dan pewangi. Dalam sehari, produsen oli palsu ini disinyalir mampu membuat 40 sampai 80 dos, di mana tiap dos, bisa dimuat 24 kaleng atau botol oli palsu. adi














 



No comments: