Sunday, June 21, 2009

PDAM HST Dibidik

BANJARMASIN - Jika telah ada persetujuan pimpinan Kejari Barabai, intelijen Kejari Barabai, HST, bersiap-siap turun ke lapangan menyelidiki dugaan korupsi pada proyek PDAM HST yang bernilai Rp4 miliar.
 Baru-baru tadi, Kasi Intel Kejari Barabai, Ikhsan Husin SH mengakui kalau pihaknya mendapat informasi kalau proyek jaringan pipa PDAM HST bermasalah atau tidak tuntas pelaksanaannya. Padahal, proyek tersebut sudah menggunakan dana APBD HST senilai Rp4 miliar.
 "Ya, saya juga mendengar adanya informasi kalau proyek PDAM HST bermasalah atau mangkrak, meski proyek diduga sudah menggunakan dana APBD sebesar Rp4 miliar," aku Ikhsan.
 Menurutnya, kalau memang ada desas-desus dugaan penyimpangan, berarti memang ada permasalahan dalam proyek tersebut. Hal itu membuat pihaknya juga berniat untuk menyelidiki masalah tersebut.
 "Kita tentunya tidak akan gegabah. Kita tentu akan melaporkan informasi ini ke pimpinan. Jika memang sudah ada sinyal dari pimpinan untuk menyelidiki masalah ini, kita akan siap menyelidikinya," tandasnya.
 Ditambahkan, pihaknya masih belum bisa turun langsung, kalau belum ada restu pimpinan Kejari Barabai. "Kebetulan beliau sedang tugas ke luar daerah, sehingga kita perlu menunggu kedatangan beliau," cetusnya.
 Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu, di Barabai beredar informasi kalau proyek PDAM HST yang menggunakan dana APBD sebesar Rp4 miliar, terbengkalai, sehingga menuai protes dari warga.
 Warga yang sudah lama menunggu sambungan baru leding di rumahnya masing-masing kecewa, karena penyambungan tak kunjung juga terealisasi meski sudah sekian lama.
 Dari kabar beredar, proyek itu sendiri sebenarnya dilaksanakan sejak 2007 lalu. Hanya saja, sumber menyebutkan kalau proyek tersebut sebenarnya tidak tuntas alias belum selesai, meski dana Rp4 miliar sudah digelontorkan.
 Wajar saja sebagian warga di Barabai menjadi bertanya-tanya, kenapa sambungan leding yang dijanjikan lama, ternyata hingga sekarang tidak kunjung direalisasikan. Usut punya usut, ternyata sambungan pipa yang semestinya bisa dituntaskan melalui proyek yang didanai APBD ternyata bermasalah. adi
 








































.  



No comments: