Thursday, June 4, 2009

Otak Pemalsu Oli Ditemukan

BANJARMASIN - Pihak Sat II Krimsus Dit Reskrim Polda Kalsel berhasil juga menangkap tersangka otak pelaku pemalsuan oli, Sup alias Frans (40) di rumah temannya Kompleks Persada Raya I jalur VI Handil Bhakti, Batola, Rabu (3/6) sekitar pukul 23.00 Wita.
 Oleh penyidik, Sup, Kamis (4/6) siang kemarin langsung diperiksa mengenai kaitannya dalam pembuatan dan peredaran oli palsu yang berhasil dibongkar polisi di sebuah ruko, Jl Pangeran Hidayatullah, Banua Anyar, Banjarmasin, Selasa (2/6) lalu. 
 Dengan demikian, sudah ada dua tersangka yang diamankan penyidik, setelah sebelumnya, juga berhasil mengamankan Sud, rekan kerja Frans.
 Frans, warga Puntik Dalam RT 3 Batola ini, sebenarnya pernah menjalani penahanan selama dua bulan dalam kasus serupa yang pernah ditangani Polres Batola, sekitar tahun 2007 lalu. Rupanya, pria beranak lima ini tidak kapok juga menjalani bisnis oli palsu.
 Kepada Mata Banua, tersangka mengaku tidak mengetahui kalau tempat usaha ilegalnya diobok-obok petugas. "Saya kebetulan di rumah teman sedang main (bertandang). Tiba-tiba pada malam itu dijemput petugas," kilahnya menyangkal tuduhan bahwa dia sebenarnya telah melarikan diri pasca digrebeknya bisnis haramnya itu.
 Menurut tersangka, ia terpaksa memalsukan oli bermerk, karena tidak memiliki usaha lain. Pada suatu kesempatan, ia mengajak Sud untuk berbisnis dengan jalan membeli oli drum, untuk kemudian dioplos dengan zat pewangi sebelum dimasukkan ke dalam botol atau kaleng oli asli bermerk.
 "Jadi, oli itu bukan oli bekas, melainkan asli Pak, cuma oli drum. Zat pewangi itu untuk memberi kesan sama dengan oli sintetis yang berbau harum," ungkapnya.
 Adapun botol dan kaleng oli bekas ia dapatkan dari para pemulung, di mana sebuah kaleng atau botol dihargai Rp1.500. Kaleng atau botol yang sudah diisi oli oplosan kemudian tutupnya dipress menggunakan alat press, sehingga rapi layaknya kaleng oli baru.
 Ditambahkan tersangka, jika dikalkulasi, modal untuk membuat oli marlong itu, sekitar Rp12.000 sampai Rp18.000. Kemudian dijual perkalengnya seharga Rp24.000.
 Yang mengesankan, ternyata dalam seminggu, tersangka mampu menghabiskan tiga drum oli drum. Wilayah pemasaran tidak hanya di Kalsel, melainkan tembus hingga ke Palangka Raya.
 Kanit I Sat II Dit Reskrim Kompol Suprapto membenarkan kalau pihaknya berhasil menangkap Frans. Kedua tersangka akan dikenakan persekongkolan untuk memalsukan barang bermerk sebagaimana diatur pada pasal 24 ayat (1) jo pasal 13 ayat (1) UU No 5 tahun 1984 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf a UU No 8 Tahun 1999 tenang Perlindungan Konsumen jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 Penerapan pasal tersebut berkaitan dengan tindakan tersangka melaksanakan industri bermerk dan kemasan tanpa izin. Selain itu, produksi yang dilakukan tersangka ternyata memalsukan merk aslinya, sehingga isi kemasan tidak sesuai dengan standar mutu.
 Polisi berhasil membongkar tempat pengolahan oli palsu di Jl Pangeran Hidayatullah Banua Anyar, Banjarmasin, Selasa (2/6) sekitar pukul 08.30 Wita.
 Dari sebuah ruko di kawasan itu, petugas menemukan ratusan dos yang sudah bermuatan ribuan kaleng berisi oli palsu. Ironisnya, kaleng-kaleng oli yang sudah dipres menggunakan alat khusus tersebut, sepintas sangat mirip dengan kemasan oli asli.
 Bahkan, oli-oli palsu itu masih menggunakan kemasan oli asli, seperti Top 1, Castrol Active, Yamaluve, Ultra Tex dan Supreme. adi



No comments: