Wednesday, June 10, 2009

Diskotek Barito Di-policeline

BANJARMASIN - Diskotek Barito diberi garis polisi menyusul penangkapan terhadap seorang sekuriti setempat yang kedapatan menjual ineks kepada petugas yang sedang menyamar, Senin (8/6) sekitar pukul 23.00 Wita.
 Police line dimaksudkan untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap lokasi, guna mencari barang bukti berupa ineks yang dimungkinkan masih ada di lokasi.
 Selasa (9/6), Kasat I Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Made Wijana mewakili Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Sukirman mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan penyisiran untuk memastikan apakah di lokasi ada barang bukti baru atau tidak ada.
 Hanya saja, dalam penyisiran ke toilet, meja bar maupun meja DJ, petugas masih belum menemukan bukti baru. Meski demikian, police line tetap dipasang sampai proses penyidikan selesai.
 "Kita belum menemukan barang bukti dari penyisiran ini. Namun, garis polisi tetap dipasang dulu sampai proses penyidikan selesai," ucap Made.
 Informasi terhimpun, jajaran Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel mencurigai seorang petugas keamanan Barito, berinisial Sah (31) yang disinyalir kerap menyediakan ineks bagi pengunjung diskotek.
 Setelah diselidiki, lalu dicoba dengan metode penyamaran untuk membuktikan kecurigaan tersebut. Kemudian, tanpa curiga Sah mengaku bisa saja menyediakan tiga butir ineks dengan harga Rp160 ribu perbutirnya.
 Lalu diaturlah transaksi di sebuah kamar kecil dekat arena diskotek. Namun, belum sempat Sah menikmati uang hasil penjualan, tiba-tiba ia diminta menyerahkan diri karena sudah tertangkap tangan menjual barang haram jenis psikotropika golongan I itu, sebanyak tiga butir ineks warna kuning logo "Oakley".
 Tanpa berdaya, Sah akhirnya menyerahkan diri dan selanjutnya digelandang ke Polda Kalsel untuk diinterogasi lebih lanjut. Sah diduga melanggar pasal 59 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
 Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana membenarkan kalau pihaknya telah menangkap Sah, warga Jl Sungai Jingah RT 3 Banjarmasin Utara, karena kedapatan mengedarkan ineks.
 Pengembangan kemudian dilakukan juga di rumah tersangka. Dari rumah pria beranak tiga ini, polisi lagi-lagi menemukan tujuh butir ineks berwarna coklat berlogo "Tango". adi  

Kali Kedua
 PEMASANGAN garis polisi di Diskotek Barito kali ini berarti tercatat sebagai kejadian kedua dalam tahun 2009 ini. Pasalnya, pada pertengahan Mei lalu, polisi dari Polsekta Banjarmasin Tengah juga pernah melakukan hal serupa.
 Hanya saja, garis polisi segera dilepas pada Senin, 19 Mei 2009 setelah Polsekta Banjarmasin Tengah menganggap penggeledahan sudah selesai.
 "Tempat kejadian perkara yang telah di-police line kita nyatakan sudah selesai, dan kita kembalikan lagi kepada pemiliknya," kata Kapolsekta Banjarmasin Tengah, AKP Sabana SIK, saat dijumpai wartawan di dalam Diskotek Barito kala itu.
 Dalam penggeledahan itu, petugas kembali menemukan lima butir pil diduga ineks yang terletak diatas meja dalam bungkus kotak korek api, satu warna hijau logo "Sersan" dan empat butir warna merah muda logo "V".
 Penggeledahan menyusul ditemukannya ineks saat razia pekat yang digelar oleh Satuan Polsekta Banjarmasin Tengah, Rabu (13/5) malam.
 Petugas Polsekta Banjarmasin Tengah menggeledah, satu persatu pengunjung THM, hingga kerja keras polisi akhirnya membuahkan hasil, seorang waiters diskotek, Lenny Yana Eka Susanti (30) warga Jl Rantauan Darat Gg Pembangunan Banjarmasin, kedapatan petugas memiliki beberapa butir pil gedek warna hijau logo "Dufon" di tangannya.  
 Kemudian polisi kembali menemukan 15 butir pil Dexstro berwarna kuning, di meja waiters yang ditinggalkan pemiliknya, juga seorang wanita sedang over dosis (OD) di dalam kamar mandi, yang diketahui bernama Diana warga Banjarmasin. adi/ris



1 comment:

eoin said...

harusnya seberataan thm ai di police line, thm mana yang kada menjual ineks? yang jualan malah p*li*i