Thursday, June 11, 2009

Di Serambi Mekkah Ada 2 Ons Sabu


BANJARMASIN - Di Martapura atau Serambi Mekkah-nya Kalsel, ternyata tidak sepi dari peredaran narkoba jenis sabu. Buktinya, petugas Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel berhasil menemukan tujuh paket sabu seberat 195,74 gram atau hampir 2 ons di kediaman H Umr (44) di Jl Irigasi Kompleks Cacat Veteran RT 03 No 59 Kelurahan Labuan Tabu Martapura, pada Rabu (10/6) dinihari.
 Selain sabu yang diduga ditemukan petugas di kurungan ayam belakang rumah, ada juga lima pak plastik klip, sebuah timbangan digital merk Tanita dan tiga buah isolasi bening. Semuanya diperkirakan sebagai alat untuk memaket sabu ke dalam peketan-paketan kecil dan sedang.
 Lima orang yang diduga satu komplotan dijadikan tersangka, masing-masing Umr, AF alias Fuad (34), Her alias Anang Gonto (40), Vik (35) dan Yus (39).
 Temuan sabu hampir senilai Rp400 juta (satu gram bernilai Rp2 juta) ini cukup mengejutkan, karena lokasi temuan, letaknya cukup terpencil di pinggiran Kota Martapura. Apalagi, rumah H Umr tidak jauh dari irigasi Riam Kanan dan beberapa kolam tambak ikan yang dikelolanya.
 Diperkirakan, hal itu merupakan modus untuk mengelabui polisi. Ada dugaan, usaha tambak ikan hanya menjadi kamuflase saja untuk menutupi usaha besar komplotan tersebut.
 Pengungkapan komplotan ini mendapat apresiasi dari Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalsel, HM Rosehan NB SH yang langsung berkunjung ke Polda Kalsel untuk meninjau barang bukti dan tersangkanya.
 Pria yang juga Wagub Kalsel ini memuji Dit Narkoba Polda Kalsel yang diangggapnya cukup berhasil membongkar kasus narkoba. Meskipun demikian, hal itu jangan sampai membuat semua pihak terlena, mengingat dan diperkirakan, masih banyak bandar-bandar narkoba di Kalsel ini yang belum tersentuh.
 Sementara itu, Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Sukirman didampingi Kasat II Dit Narkoba AKBP Jimmy Agustus membenarkan kalau pihaknya berhasil mengungkap komplotan pengedar sabu.
 "Dari hasil penyelidikan beberapa hari, kita menggrebek kediaman Umr di kawasan Bincau dan menemukan tujuh paket sabu seberat 195,74 gram," tandasnya.
 Dilanjutkannya, Umr mengaku kalau sabu tersebut dikirim oleh dua orang masing-masing AF alias Fuad, warga Jl Veteran RT 018 Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah dan Her alias Anang Gondo, warga keturunan China beralamat di Jl AES Nasution RT 025 RW 008 No 15 Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah.
 Baik Umr, Fuad dan Anang Gondo sama-sama mengakui kalau tujuh paket sabu itu milik seorang warga keturunan China berinisial Vik, warga Jl Pramuka Kompleks Semanda I Perumahan Bumi Pramuka Asri No 11 A RT 029 RW 003 Kelurahan Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.
 Hanya saja, meski sebagai pemilik, Vik tidak mengantarkan langsung sabu itu ke Fuad dan Anang Gondo, melainkan lewat seorang kurirnya, berisial Yus, warga Jl Veteran Gg Merpati No 148 RT 031 Kelurahan Melayu, Banjarmasin Tengah.
 Semua tersangka berhasil diamankan, terkecuali Yus. Pasalnya, begitu petugas berusaha menangkap Yus di sejumlah lokasi yang diperkirakan tempat persembunyiannya, Yus keburu kabur dan selamat dari kejaran petugas. adi  

Tiga Hari Pura-pura Memancing Ikan
 UPAYA Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel mengungkap komplotan pengedar sabu hampir 2 ons ini rupanya tidak gampang. Sejumlah petugas berpakaian layaknya rakyat jelata, mesti berpura-pura memancing ikan di kawasan Bincau, dekat kediaman tersangka H Umr, Jl Irigasi Kompleks Cacat Veteran, Martapura.
 Dari informasi, tidak kurang tiga hari, sejumlah petugas lengkap dengan perlengkapan memancing, mesti bolak-balik ke lokasi hanya untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian.
 Petugas berasumsi bahwa perilaku bandar sabu asal Banjarmasin akan kurang aman kalau tetap menyimpan sabunya di Banjarmasin, sehingga dipilihlah kawasan sepi berkamuflase area pertambakan ikan.
 Pengintaian di kawasan itu bukan tanpa alasan, mengingat salah satu tersangka, Anang Gondo, warga keturunan China ini, juga pernah menyimpan sabu di kawasan tambak miliknya, yang masih bertetangga dengan H Umr, karena hanya berjarak 75 meter. Hanya saja kejadian itu, menurut Ketua RT 3 Kompleks Cacat Veteran, Pak Udin sudah lama, sekitar tahun 2003 lalu.
 Dari penelusuran Mata Banua ke TKP, rumah H Umr bernomor 59 hanyalah sebuah rumah sangat sederhana ukuran 6 x 6 meter. Di belakangnya memang ada sebuah kurungan ayam. Tak jauh, ada puluhan kolam tambak ikan.
 Menurut Pak Udin, Umr sudah bertahun-tahun sejak datang dari selesai bekerja di Arab Saudi bermukim dan menggarap tambak di situ. Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2 November 2008, Fuad datang ke lokasi untuk menggarap tambak milik Anang Gondo.
 "Anang Gondo tidak menggarap sendiri lahannya, setelah ditangkap polisi karena kedapatan menyimpan narkoba pada 2003 lalu di sini, tidak jauh dari kediaman H Umr. Waktu Fuad datang melapor kepada saya, saya sempat menasehati dia supaya tidak berbuat yang tidak-tidak di kampung," tukasnya.
 Meski tidak kaget lagi dengan keterlibatan Fuad dan Anang Gondo yang menurut informasi adalah residivis kasus narkoba, namun Pak Udin tetap saja kaget dan merasa tidak percaya keterlibatan H Umr.
 "Padahal, H Umr ini orangnya baik-baik saja. Dengan warga pun kerap bergaul. Sehari-harinya, ia menggarap tambak sama seperti warga kebanyakan. Cuma, mungkin saja karena Umr bertetangga dengan Fuad dan Anang Gondo, sehingga ikut tercebur dalam bisnis ini. Namun, saya menduga juga, H Umr sebenarnya tidak tahu keberadaan sabu itu. Sebab, boleh jadi Fuad dan Anang Gondo sengaja menyembunyikan sabu itu di kandang ayam milik Umr," cetusnya.
 Ditambahkan Pak Udin, Umr yang juga masih tetangga satu kompleks itu ketika hendak dijemput polisi, selalu membantah keterlibatannya. "Dia bilang tidak tahu ada sabu di kediamannya. Sebelum digiring petugas ia sempat menitipkan istri dan anak-anaknya kepada saya," katanya.  

 Pak Udin mengaku sulit percaya jika kampung yang dipimpinnya terdapat sabu hampir 2 ons. "Padahal, tak jauh, di kompleks ini ada juga tambak milik Pak Sudrajat, mantan Kapolres Banjar. Meski tambak milik perwira ini cukup besar lengkap dengan tembok beton," cetusnya. adi





















   



1 comment:

eoin said...

wah.. parah bapa, martapura lebih parah dari bjb sebenarnya..