Monday, June 22, 2009

Berlomba Mencari Husnul Khatimah

MARTAPURA - Habib Mahdi Al Hadah mengajak semua orang Islam untuk berlomba-lomba berbuat baik sehingga di akhir hayatnya memperoleh husnul khatimah, yakni mati dalam keadaan beriman. Pesan itu disampaikan di hadapan hampir 1.000 jamaah yang hadir dalam acara Safari Dzikir Majlis Dizikir SBY Nurussalam di Masjid Muhammad Ibnu Ali Taman Budaya Bincau, Martapura, Sabtu (20/6) malam.
 "Hidup ini singkat wahai bapak-bapak saudara-saudara sekalian. Tidak penting jabatan, kedudukan, harta dan wanita kalau akhir hayatnya kita justru mendapat suul khatimah (akhir tidak baik)," tukasnya.
 Menurutnya, umur tidak berbau, pagi boleh jadi memandikan mayat, siang mensahalati jenazah, sore hari justru kita sendiri yang dijemput malaikat maut.
 Habib Mahdi asal Surabaya, Jatim ini menilai, kondisi sekarang ini sudah menunjukkan kalau tanda-tanda akhir zaman sudah semakin lengkap dan tinggal menunggu waktu akan diturunkannya kiamat besar.
 "Namun, Allah berjanji, selama bumi ini masih ada yang berdzikir mengingat-Nya, maka bumi ini belum akan musnah. Maka dari itu, mari kita perbaharui keimanan kita dengan memperbanyak dzikir," tukasnya.
 Menurut Habib, dirinya begitu kagum dengan gaya kepemimpinan Bupati Tanbu, Zairullah Azhar yang gemar menebarkan salam, membudayakan dzikir di pemerintahannya. "Begitu juga SBY, yang sebelum jadi Presiden RI, sejak muda saya kenal memang suka mengikuti majlis dzikir. Saya bahkan iri, kapan di Banyuwangi, tempat saya, ada pemerintah seperti mereka," ungkapnya seraya disambut tawa hadirin.
 Sementara itu, Zairullah Azhar yang saat acara sebagai Ketum Majlis Dzikir SBY Nurussalam Kalsel mengatakan, kegiatan positif ini sebagai amanah dari SBY sebagai Pembina Majlis Dzikir SBY Nurussalam se-Indonesia.
 "Beliau menyampaikan salam untuk hadirin di Martapura. Menurut beliau, sakitnya ruhani bangsa ini mesti diobati dengan dzikir. Pendeknya, dzikir menjadi penyelamat bangsa dan negara, sebagaimana pesan kakek SBY yang pendiri Ponpes Modern Gontor," jelasnya. 
 Selain dzikir, lanjutnya, kegiatan majlis juga membina anak yatim-piatu dan kaum duafa (miskin). "Alhamdulillah, di Tanbu, kita membina anak yatim dan kaum duafa lebih dari 4.000 orang. Kepada mereka ini kita diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk bersikap halus dan baik. Pemerintahan itu tak lain hanyalah pelayan masyarakat dan mereka ini," bebernya.
 Zairullah mengatakan, justru dengan semakin hidupnya kegiatan keagamaan di Tanbu, Tanbu saat ini memperoleh berkah dari Allah. "Seolah-olah, apa-apa yang baik dari dalam perut bumi ikut keluar dan mampu mensejahterakan daerah," cetusnya.
 Menurutnya, SBY juga selalu berpesan kepadanya dan hadirin majlis agar selalu bersikap lemah-lembut dan baik kepada ibu kandung. "Banyak cerita orang sukses justru dilatarbelakangi karena baktinya kepada ibunya sendiri. Bahkan, kalau perlu, basuhlah kaki ibu kita dan minum air basuhannya, sebagai tanda bakti kita itu," ungkapnya.

 Menurut Zairullah, banyaknya pesan dan amanah SBY yang begitu membekas dalam kehidupannya, termasuk dalam memerintah Tanbu, menandakan kalau SBY adalah sosok pemimpin yang taat beragama, bakti kepada orangtua, dan selalu perhatian dengan masyarakat. "Mudah-mudahan, beliau bisa kembali memimpin negeri ini," harapnya.
 Acara tersebut digelar oleh Majlis Dizikir SBY Nurussalam Kabupaten Banjar pimpinan KH Muhammad Ramli. Sebelum acara puncak, acara dibuka dengan pembacaan syair Maulid Habsy yang dibawakan Miftahul Rahman, Kampung Melayu pimpinan KH Ali Murtadha. Hadir juga ulama kenamaan Guru Jarkasyi Dalam Pagar Martapura. adi  



 



No comments: