Tuesday, May 12, 2009

Tersangka Ribuan Pil Di Bun Pool Dilepas

BANJARMASIN - Lengkap sudah kelemahan demi kelemahan yang ditampilkan Dit Narkoba Polda Kalsel. Setelah gagal menangkap pelaku utama, kemudian ternyata 5.145 pil yang diduga ineks ternyata ineks marlong, maka kali ini tersangka Rok juga dilepaskan.
 Rok, penerima paketan 5.145 pil di Bun Pool Jl Sutoyo S, Jumat, 20 Maret lalu itu, ternyata akhir pekan tadi dilepaskan oleh penyidik Polda Kalsel, mengingat masa penahanannya selama 60 hari sudah habis.
 Alhasil, tidak ada lagi tersangka yang ditahan penyidik, mengingat tersangka utama, Bud, juga hingga kini belum berhasil ditangkap oleh penyidik, sejak kasus itu terbongkar.
 Anehnya, dilepasnya Rok, tidak serta-merta diumumkan secara terbuka oleh penyidik. Padahal, kasus ini terlanjur menjadi perhatian publik di Kalsel. Rupanya, polisi enggan membeberkan masalah ini, karena merupakan "aib" tersendiri bagi jajaran Polda Kalsel, karena hampir gagal mengusut kasus 5.145 pil ineks marlong ini.
 Senin (11/5), Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Made Wijana mewakili Dir Narkoba Kombes Pol Sukirman, membenarkan bahwa tersangka Rok, karyawan Bun Pool, dilepas pihaknya.
 "Tersangka Rok, terpaksa kita lepaskan karena hingga masa penahananya yang 60 hari sudah habis, kita belum mampu menemukan bukti tambahan. Kita sudah koordinasi dengan Kejati Kalsel, memang, alat bukti belum cukup untuk menjerat Rok, sehingga masa penahanannya tidak bisa diperpanjang lagi," aku Made.
 Menurutnya, dalam UU Kesehatan, tidak ada pasal yang mengatur atau bisa menjerat seseorang yang menerima pil. Berbeda jika hal itu menyangkut kasus psikotropika, maka ketika seseorang menerima narkoba, maka sudah terpenuhi unsur melawan hukumnya.
 Made juga mengakui kalau hingga saat ini, pihaknya belum berhasil menangkap tersangka pelaku utama, Bud. "Bud, masih kita cari dan dia sudah kita tetapkan sebagai buronan," ucapnya tanpa merinci berapa lama target untuk menangkap Bud, nama yang tertera di alamat tujuan paket.
 Dilepasnya Rok boleh jadi akan mengundang kritikan tajam lagi ke Dit Narkoba Polda Kalsel, setelah sebelumnya terungkap kalau 5.145 pil di Bun Pool, ternyata ineks marlong.
 Penjelasan ineks marlong itu sendiri terkesan terlambat dibeberkan penyidik ke umum sehingga menimbulkan pertanyaan, ada apa di balik itu semua.
 Ketua Kesatuan Aksi Peduli Penderitaan Rakyat (Kappera) Safrian Noor, Kamis (9/4) lalu mengatakan, dirinya hampir tidak bisa berkata ketika mendengar informasi tersebut.
 "Ini ada kesan aneh, kenapa informasi bahwa ineks di Bun Pool itu ternyata marlong, justru sudah 20 hari kemudian sejak kasus itu terbongkar. Ini sangat-sangat membingungkan masyarakat yang merindukan pemberantasan narkoba di daerah ini," ujar pria yang akrab disapa Yayan ini.
 Sebagaimana diketahui, aparat Dit Narkoba Polda Kalsel membongkar kasus paket 5.145 pil yang diduga keras ineks di Bun Pool, Jumat (20/3) lalu. Paket dari Jakarta namun tidak jelas pengirimnya itu, dialamatkan kepada Bud, General Manager Bun Pool. adi



No comments: