Friday, May 1, 2009

Provos Amankan Oknum Pungli

BANJARMASIN - Provos Bid Propam Polda Kalsel rupanya sangat serius memperhatikan sejumlah keluhan para sopir batubara ketika berdesakan di kawasan Jembatan Basirih yang di-pungli oknum aparat. Buktinya, seorang oknum Bripda Mar, anggota Polsekta Banjarmasin Barat diamankan.
 Pengungkapan kasus ini sendiri bermula dari ditangkapnya seorang preman, berinisial Tar, yang juga warga sekitar Basirih, sekitar Jumat (24/4) malam lalu.
 Tar ditahan jajaran Provos Bid Propam Polda Kalsel karena kedapatan mengutip uang secara ilegal dari para sopir batubara yang truknya sedang berdesak-desakan di kawasan Jembatan Basirih, dekat Kompleks Lumba Lumba.
 Tak disangka, ketika Tar diinterogasi tentang mengapa ia berani melakukan pungli dan siapakah yang berada di balik pungli itu, ternyata muncul nama oknum anggota Polsekta Banjarmasin Barat, Bripda Mar.
 Tar mengaku terus-terang bahwa tidak seluruh uang pungli yang dia dapat ia nikmati sendiri. Pasalnya, sebagian besar uang pungli justru disetorkan kepada Bripda Mar. Tar sendiri hanya mendapat bagian kecil saja.
 Kasubbid Provos Bid Propam Kompol Agus Durijanto mewakili Kabid Propam AKBP Kadarusman kepada Mata Banua membenarkan kalau pihaknya sudah mengamankan Bripda Mar. "Ya, memang benar, kita akhir pekan tadi, mengamankan oknum anggota Polsekta Banjamasin Barat berinisial Bripda Mar. Ia diduga menjadi beking pungli yang dilakukan preman di kawasan Jembatan Basiri yang sudah beberapa waktu meresahkan para sopir batubara," jelas Agus, mantan Kanit BBM Sat II Krimsus Dit Reskrim Polda Kalsel ini.
 Ditambahkan perwira menengah yang low profile ini, preman yang juga warga sekitar Jembatan Basirih, berinisial Tar, diamankan karena sudah kedapatan mengutip uang secara ilegal dari para sopir.
 "Kutipannya bervariasi, mulai Rp1.000 sampai Rp5.000. Nah, hasil yang diperolehnya, tiap tiga hari sekali, menyesuaikan jadwal piket oknum Bripda Mar, disetorkan Tar kepada Bripda Mar. Jumlahnya lumayan banyak, berkisar Rp700 ribu sampai Rp800 ribu sekali setor," ungkapnya.
 Menurut Agus, Bripda Mar akan diperiksa dan bakal terkena hukuman disiplin, sebab telah melanggar kode etik Polri. "Selesai diberkaskan, ia akan diserahkan kepada atasan yang berhak menghukum (Ankum) Poltabes Banjarmasin," jelasnya.
 Ditilang tidak, namun, sebagian sopir truk batubara mengaku kerap masih dimintai uang oleh sejumlah oknum polisi, hanya karena truknya dianggap menyalahi antrian dalam kemacetan di sekitar Jembatan Basirih, Banjarmasin.
 Ironisnya, selain ada unsur kesengajaan oknum membiarkan kemacetan semakin parah, uang kutipan juga tergolong cukup besar, karena bisa mencapai Rp50 ribu tiap truk. Hanya saja, karena enggan berurusan di kantor polisi, para sopir yang menjadi korban ini mengaku terpaksa membayar pungutan liar (pungli) tersebut.
 Menurut satu sumber, Minggu (5/4) lalu, selain pungli itu lumayan besar bagi ukuran penghasilan para sopir, pungli itu disinyalir terjadi kepada ratusan sopir truk lainnya. Tentu saja, jika uang itu dikalikan ratusan, tiap malamnya bakal banyak uang yang dihasilkan secara ilegal oleh sejumlah oknum polisi ini.
 Bahkan, jika sopir tetap ngeyel tidak mau membayar, selain bakal ditilang juga mendapat ancaman dikempeskan ban truknya. Pengawasan terhadap kasus yang sudah terjadi cukup lama dan disinyalir berlangsung hingga saat ini, diduga sangat longgar, mengingat aktivitas pungli ini terjadi mulai pukul 23.00 Wita sampai dinihari.
 Sidik (23), seorang pemuda yang berprofesi sebagai sopir truk batubara membeberkan hal tersebut kepada Mata Banua. "Penghasilan kami yang semestinya Rp200 ribu seharian, biasanya tidak utuh lagi, karena harus mengeluarkan sejumlah uang untuk memberi oknum polisi yang sejatinya mengatur lalu-lintas di kawasan Jembatan Basiri, di mana pusat kemacetan terjadi, mulai pukul 23.00 Wita sampai dinihari," ujar warga Martapura ini.
Urine oknum
 Sementara itu, Provos Bid Propam Polda Kalsel juga bakal memeriksa Bripda Rob, oknum anggota Poltabes Banjarmasin, dengan catatan urine yang bersangkutan terbukti positif mengandung zat psikotropika.
 "Urine yang bersangkutan masih diperiksakan di BPOM Banjarmasin. Jika positif kita akan periksa dan juga diserahkan ke Ankum-nya," ujarnya tanpa merinci kenapa sampai Bripda Rob diperiksa. adi





No comments: