Wednesday, May 27, 2009

Pemeriksaan Tersangka Dansil III Berlanjut

BANJARMASIN - Pemeriksaan terhadap para tersangka kasus dugaan korupsi dana asuransi Siharta atau yang lebih dikenal kasus Dana Siluman (Dansil) jilid III kembali berlanjut. Selasa (26/6) kemarin, penyidik Kejari Banjarmasin memeriksa MJ.
 Salah satu dari 11 tersangka mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin periode 1999-2004 ini diperiksa di ruang Kasi Pidsus Kejari Banjarmasin M Irwan SH, sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.00 Wita.
 Sementara rekannya, NA, tidak hadir karena tidak berada di Banjarmasin. Menurut informasi, NA kebetulan sedang berada di Jakarta, sehingga diharap dalam kesempatan lain bisa hadir memenuhi panggilan penyidik.
 Kepada wartawan, Irwan menjelaskan bahwa pemeriksaan para tersangka masih sebatas menanyakan identitas, termasuk mengenai tugas, wewenang dan kewajiban sebagai anggota dewan.
 Tampaknya, penyidik masih belum melakukan pemeriksaan ke pokok materi berkait penerimaan dana yang menyalahi ketentuan sehingga mengakibatkan kerugian negara tersebut.
 Dengan demikian, ada beberapa tersangka yang sudah menjalani pemeriksaan penyidik, diantaranya, AK, AI, AM, AH dan MJ. Sebelumnya, pada Senin (25/5), penyidik sudah memeriksa AI, AM dan AH.
 AH kepada pers mengaku bingung dengan penanganan kasus tersebut, mengingat kasus tersebut telah dianggap Panja DPR RI sebagai kekeliruan administrasi. Hanya ia menyayangkan, kalau hal tersebut tidak mendapat pertimbangan dari penyidik.
 Menurutnya, sebelum memutuskan mengasuransikan anggota DPRD Banjarmasin 1999-2004, Walikota Banjarmasin, almarhum Sofyan Arpan sudah berkonsultasi kepada staf yang ahli mengurus masalah tersebut. Kala itu, lanjutnya, asuransi yang dimaksudkan untuk memberikan penghargaan bagi anggota dewan yang sudah mengabdi kepada masyarakat, diprogramkan melalui kerja sama dengan PT Jiwasraya.
 AH menambahkan, dirinya sendiri sudah mengembalikan Rp100 juta kepada negara, dari Rp170 juta yang ia terima. Ia menilai, penanganan kasus ini terkesan dipaksakan, mengingat aturan yang melarang asuransi bagi anggota dewan, yakni PP No 105 Tahun 2000 sudah dicabut MA beberapa tahun lalu.
 Kejari Banjarmasin telah menetapkan 11 orang mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin periode 1999-2004 sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana asuransi Siharta atau yang kerap disebut Dansil. Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil 11 tersangka tersebut.
 11 tersangka yang dimuat dalam lima berkas terpisah itu antara lain, berkas pertama AM dan AH, berkas kedua MA, ET dan IA, berkas ketiga MJ dan NA, selanjutnya tersangka di berkas keempat, AK dan AA, serta berkas kelima AI dan ED.
 Menurut Kajari Banjarmasin Purwadi SH, kepada wartawan, dalam kasus Dansil jilid III ini, kerugian negara cukup besar, yakni mencapai Rp3,2 miliar. Sementara jika ditotal dengan kasus Dansil jilid I dan jilid II, kerugian negara mencapai Rp7,9 miliar. adi



No comments: