Wednesday, May 27, 2009

Pas Tatangguhannya, 4.944 Pil Itu Marlong

BANJARMASIN - Pasar taruhan di kalangan wartawan tampaknya sudah menduga jika 4.944 pil yang berhasil dibongkar Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel, ternyata memang bukan ineks alias marlong. "Pas tatangguhannya," celetuk wartawan, Selasa (26/5).
 Pengumuman bahwa temuan ribuan pil diduga milik BS alias Hokai yang dikuriri oleh RC itu adalah ineks marlong, disampaikan langsung oleh Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana kepada para wartawan, siang kemarin.
 "Dari hasil pemeriksaan laboraturium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin, sampel pil kemarin itu ternyata tidak mengandung MDMA, zat psikotropika, melainkan hanya mengandung zat obat-obatan," ujarnya.
 Pernyataan Made sendiri seperti disambut dingin kalangan pers, karena sebelumnya sudah curiga dengan gelagat sebelumnya, jika pil-pil tersebut hampir mustahil akan dinyatakan ineks asli.
 "Kita berharap tidak ada prasangka negatif dan salah tafsir dari masyarakat terkait dengan kasus ini, karena memang demikianlah adanya, sesuai hasil pemeriksaan BPOM," tandasnya.
 Disinggung adanya berbagai praduga di masyarakat kalau aparat sudah "bermain" sehingga sejumlah temuan pil dalam jumlah besar, ternyata belakangan hanya ineks marlong, Made membantahnya.
 Ia juga membantah isu yang menyebutkan kalau aparat sudah "mengantongi" uang Rp2 miliar dari oknum dalam kasus ribuan pil di Bun Pool. "Tidak benar itu. Makanya, kita berharap masyarakat tidak menduga-duga, karena ini benar-benar sesuai dengan hasil laboraturium. Kalau kita disebutkan ada menerima, berarti kita sudah kaya raya sekarang," tukasnya.
 Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tetap menahan dua tersangka Hokai dan RC, karena keduanya dianggap mengetahui isi paket tersebut merupakan pil yang mengandung bahan obat yang terlarang dijual.
 "Kita akan mengenakan kedua tersangka dengan UU Kesehatan. Keduanya bisa kita jerat, karena dari pemeriksaan, keduanya mengaku mengetahui dan sadar apa isi paket tersebut. Nah, ini berbeda dengan kasus di Bun Pool, di mana Rok diduga tidak mengetahui isi paket tersebut," cetusnya.
 Sebelumnya, Senin (25/5), polisi mendapat informasi kalau ada paket mencurigakan di salah satu ekspedisi di Jl Jati. Kemudian dilakukan pengintaian. Waktu itu, seorang pria terlihat akan mengambil paket.
 Sejurus kemudian, polisi yang berpakaian preman langsung menggrebek pria yang belakangan berinisial RC. Dari mulut RC diketahui kalau paket berisi laser disc dan memuat 4.944 pil berwarna hijau logo "Toyota" tersebut milik BS alias Hokai yang ternyata masih meringkuk di Lapas Teluk Dalam menjalani hukuman akibat kasus 3 ons sabu, beberapa bulan lalu.
 Polisi kemudian meluncur ke Lapas Teluk Dalam. Di ruang tunggu pengunjung, akhirnya Hokai dibon oleh polisi untuk dimintai keterangan.
 Seorang warga menyebutkan kalau ineks logo "Toyota" sudah cukup lama dikenal pendugem mania sebagai ineks asli dan hampir tidak pernah ditemukan tiruannya.
 Namun, Made mengatakan memang saat ini ada modus baru yang lagi tren, peredaran ineks marlong. Harganya pun sama dengan yang asli, akibat permintaan penikmat yang sangat tinggi. Hal itu mengakibatkan pebisnis berupaya mengeruk untung besar dengan menjual ineks marlong yang tentunya nilai modalnya jauh lebih kecil. 
 Sementara itu, Sat II Dit Narkoba berhasil menciduk Bas, warga Jl KS Tubun Gg II Damai, Banjarmasin, Senin (25/5) siang. Bas ditangkap di depan rumahnya sendiri, karena kedapatan menguasai sabu seberat 5 gram. Kasat II Dit Narkoba AKBP Jimmy Agustus melalui Kanit I-nya AKP Yanto S membenarkan penangkapan tersebut. adi














No comments: