Tuesday, May 5, 2009

Oknum Polisi Pelaihari Jualan Sabu

BANJARMASIN - Laj (47), seorang oknum anggota polisi ditangkap polisi Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel, karena kedapatan menyimpan sabu sabu untuk dijual dalam rumahnya, Minggu (3/5) sekitar pukul 18.00 Wita.
 Oknum yang beralamat di Jl Berkat Permai RT 04 RW 01 Kelurahan Angsau Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), masih tercatat sebagai anggota Polres Tala dengan pangkat Briptu.
 Ironisnya, sebentar lagi, pria yang akan memasuki usia 48 tahun pada 15 Mei ini, akan merayakan ulang tahunnya di dalam sel akibat melanggar pasal 62 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Polisi pangkat rendahan ini diduga kuat melakoni bisnis haram hanya untuk menambah penghasilan untuk menutupi biaya cek penyakit jantungnya.
 Meski demikian, temuan 16 paket sabu dengan berat kotor 5,40 gram atau berat bersih 2,20 gram dalam kamar tersangka, bakal menghentikan karir Laj di kepolisian. Turut diamankan juga uang tersangka sebesar Rp4.870.000 diduga hasil penjualan sabu, plus timbangan digital.
 Kasat II Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Jimmy Agustus melalui Kanit I-nya AKP Yanto S membenarkan kalau pihaknya sudah mengamankan dan menahan Laj, oknum polisi berpangkat Briptu karena menyimpan dan menjual sabu.
 Informasi terhimpun, polisi anti narkoba mendapat informasi kalai seorang oknum polisi di Pelaihari, kerap memperjualbelikan sabu untuk keuntungan pribadi.
 Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Setelah dirasa sudah cukup, kemudian pada Minggu (3/5) sore itu, sejumlah polisi berpakaian preman melakukan penggrebekan di rumah tersangka di Jl Berkat Permai RT 04 Kelurahan Angsau, Pelaihari.
 Meski awalnya, tersangka berkelit dan membantah, namun polisi berhasil menemukan 16 paket sabu sabu siap edar yang disimpan tersangka di dalam kamarnya. Setelah ditimbang, 16 paket sabu itu memiliki berat kotor 5,40 gram atau berat bersih 2,20 gram.
 Tak sampai disitu, polisi menemukan indikasi kuat kalau oknum polisi itu menjual sabu, adalah temuan uang kontan lumayan besar sejumlah Rp4,8 juta, ditambah adanya sebuah timbangan digital yang diduga untuk menimbang paketan sabu.
 Tersangka mengaku kalau sabu yang ada tersebut memang untuk dijual, di mana tiap paket kecil akan dijual seharga Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.
 Ditambahkan tersangka, sabu itu didapat dari pamannya, yakni Ujang dengan harga Rp2,2 juta pergram. Namun, dari versi lain, Laj mendapat sabu dari seseorang di Banjarmasin dan diantar oleh seseorang yang tidak dikenal tersangka.
 "Ketika saya tanya, tersangka mengaku sudah setahun menjalani bisnisnya. Rupanya, ia enjoy menjalani bisnisnya karena merasa sudah loyal dengan teman-temannya maupun kampungnya," papar Yanto.
 Selain itu, lanjutnya, tersangka mengaku pernah menjalani perawatan akibat sakit jantung. Mungkin saja, untuk menutupi biaya cek jantung, tersangka berupaya menambah penghasilan dengan jalan terlarang. adi









 



No comments: