Tuesday, May 5, 2009

Korupsi PT Pos Amuntai Kepala Pos Amuntai Masuk Sel

BANJARMASIN - Kepala PT Pos Amuntai, Her, harus mengikhlaskan diri tidak bisa berkumpul keluarga sebagaimana biasanya. Pasalnya, Senin (4/5) sekitar pukul 15.14 Wita, dikawal sejumlah jaksa, pria yang tersandung kasus korupsi di institusinya itu harus masuk mobil tahanan yang membawanya ke Lapas Teluk Dalam. 
 Ya, Her yang sejak beberapa minggu lalu dijadikan tersangka, resmi menjadi tahanan titipan Kejati Kalsel. Sebelumnya, sejak pukul 09.00 Wita, ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di ruang Kasi Penyidikan Kejati Kalsel M Agus Suroto SH. Her langsung disidik oleh As Pidsus Kejati Kalsel H Abdul Muni SH MH.
 Her yang didampingi pengacaranya, terlihat lesu ketika digiring menuju mobil tahanan. Meski wartawan berupaya mewawancarainya, Her yang kemarin berpenampilan necis lengkap dengan dasi, lebih banyak diam saja.
 Abdul Muni kepada Mata Banua mengatakan, penahanan terhadap tersangka dimaksudkan untuk memudahkan penyidik untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Pasalnya, masih ada sejumlah keterangan yang masih dibutuhkan.
 "Selain untuk mempermudah proses penyidikan, kita sudah memiliki bukti yang cukup serta alasan yang kuat untuk menahan tersangka," bebernya.
 Sejauh ini, lanjutnya, pihaknya baru menetapkan satu orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. "Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam kasus yang merugikan negara lebih dari Rp3 miliar ini," cetusnya.
 Dijelaskan Muni, modus operandi kasus ini adalah, tersangka yang memiliki kewenangan memuluskan keluarnya dana operasional perusahaan, diduga menyetujui penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukan.
 "Tersangka diduga terlbat penggunaan dana operasional PT Pos Amuntai untuk kepentingan lain, yakni untuk bisnis trading batubara tanpa seizin pihak direksi PT Pos Pusat di Bandung. Kejadiannya berlangsung pada 2008 lalu," bebernya.
 Her sebenarnya sudah dipanggil oleh penyidik untuk menghadiri pemeriksaan pada Rabu (26/4) lalu. Entah kenapa, yang bersangkutan tidak hadir.
 Kejati sebelum menahan tersangka, sudah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Senin (13/4) lalu, penyidik menghadirkan seorang pejabat PT Pos, yakni Satuan Internal Pos Pusat, Darkuni Saleh untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
 Darkuni adalah pejabat yang terlibat dalam pemeriksaan internal di Pos Amuntai pada Juni 2008 lalu, sehubungan ditemukannya kejanggalan dalam penggunaan dana instansi itu untuk bisnis yang tidak lazim, yakni trading batubara.
 Kepada wartawan, Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Johansyah SH menerangkan, keterangan Darkuni sangat diperlukan penyidik, mengingat saksi diperkirakan mengetahui adanya kejanggalan di Pos Amuntai, sehubungan saksi pernah mengadakan pemeriksaan internal pada Pos Amuntai.
 Sebelumnya lagi, Senin (6/4), tercatat ada tiga orang karyawan PT Pos Amuntai yang dimintai keterangan di Kejati Kalsel. Mereka adalah Manajer Keuangan PT Pos Amuntai Fahmi Amrozi, Asisten Manajer Keuangan Bidang Akuntansi Budi Santoso dan petugas loketnya, Yudianur.
 Karyawan PT Pos Amuntai diundang untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi di PT Pos Amuntai. adi



No comments: