Friday, May 15, 2009

Korban Lahan Diserobot Mengadu Ke Kapolda

BANJARMASIN - Hj Rahmaniah (50), warga Desa Sei Cuka, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut (Tala), didampingi Habib Muhdar mengadu nasibnya ke Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab, Kamis (14/5).
 Wanita setengah baya yang mengaku menjadi korban penyerobotan lahan oleh oknum Pembakal Sungai Cuka dan dua perusahaan pelabuhan khusus (pelsus) ini menyampaikan masalahnya.
 "Setelah kita sampaikan masalah serta sejumlah bukti pendukung, alhamdulillah, Bapak Kapolda kemudian merespon. Beliau lantas meminta jajaran Reskrim Polda Kalsel untuk menindaklanjuti kasus ini. Beliau bahkan meminta bawahannya untuk memeriksa oknum Pembakal Sungai Cuka," ungkap Rahmaniah kepada pers, kemarin.
 Menurutnya, ada sejumlah pihak yang tanpa sepengetahuannya, telah dengan diam-diam menguasai lahannya, dengan jalan membuat segel atas lahannya. Kemudian, oleh oknum itu, tanah kemudian dijual ke perusahaan pelsus.
 Menurutnya, pengusaha dari PT Alkatara, yakni Hj Id, pernah berniat membeli lahannya. Bahkan, sempat dicapai kesepakatan harga tanah Rp15.000/meter persegi. Kesepakatan bahkan tertuang dalam kertas, di mana Hj Id akan memberi panjar sebagai uang muka sebesar Rp1 miliar.
 Hanya saja, hingga sekarang, Hj Id tidak pernah lagi berhubungan, malah perusahaannya sudah menggarap lahan miliknya untuk dijadikan pelsus, tanpa ada ganti rugi sepeserpun kepada Rahmaniah sebagai pemilik lahan, sebagaimana akta waris dari almarhum orangtuanya.
 Kasus ini sendiri kabarnya mencuat sejak 2005 lalu. Bahkan, sempat terjadi ketegangan antara buruh pembangunan pelsus dengan keluarga besar Hj Rahmaniah. Dipimpin Habib Muhdar, kegiatan pembangunan pelsus sempat dihentikan lewat aksi blokade, sehingga aktivitas pembangunan sempat terhenti.
 Namun, belum lagi masalah ini klir, aktivitas pembangunan kembali dilanjutkan beberapa bulan terakhir. Rahmaniah mengaku, ia hanya meminta keadilan. Saya belum pernah menerima sepeserpun uang dari kedua perusahaan tersebut. 
 Menurutnya, dirinya pernah membawa masalah ini ke Polsek Kintap maupun Polres Tala. Hanya saja, masalah tersebut tak juga kunjung diusut.
 Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, Hj Rahmaniah mengaku tanah miliknya sudah digarap tanpa ganti rugi oleh dua pelsus tersebut tersebut, masing-masing PT BHM seluas kurang lebih 40 hektar dan PT Alkatara seluas kurang lebih 20 hektar.
 Dikisahkan, pada 2003, dirinya pernah didatangi kades yang menginformasikan bahwa ada seorang pengusaha, berinisial Hj Id dari PT Alkatara yang berminat memakai lahannya untuk dijadikan pelsus.
 Tiba-tiba, lanjutnya, PT Alkatara mulai membangun pelsus tanpa sepengetahuannya. Setelah dicek, ternyata PT Alkatara mengklaim sudah mengantongi 15 buah segel seluas 20 hektar, yakni berdasar hasil pembelian dari Kades Sei Cuka, H Him. 
 Ironisnya, PT BHM yang disinyalir milik R Bng, pengusaha asal Teluk Tiram, Banjarmasin, juga dituding H Rahmaniah telah menduduki lahan miliknya seluas 40 hektar, di mana PT BHM merasa memiliki setelah membeli tanah itu juga dari H Him. adi




No comments: