Friday, May 1, 2009

Kejati Masih Tunggu Putusan Kasasi

BANJARMASIN - Berlarut-larutnya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), membuat Kejati Kalsel dan Kejari Banjarmasin belum bisa mengeksekusi para terpidana Dana Siluman (Dansil) Jilid II. Kejari Banjarmasin bahkan sudah dua kali menyurati MA, menanyakan kapan putusan itu turun.
 Kamis (30/4), Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah M SH mengatakan, tidak ada upaya pihaknya bersama Kejari Banjarmasin melambat-lambatnya penanganan kasus Dansil, khususnya Dansil Jilid II. "Sampai sekarang memang putusan kasasi dari MA belum turun, makanya kia belum bisa mengeksekusi para terpidana," jelas Johan.
 Hal itu sekaligus membantah isu kalau sudah ada putusan dari MA bahwa kasasi para terpidana Dansil II telah ditolak MA. "Itu kan cuma isu. Yang jelas, kita belum merasa menerima salinan putusan kasasi dari MA, sehingga belum bisa melakukan eksekusi," ungkapnya.
 Menurutnya, memang untuk putusan kasasi MA terkadang mesti menunggu dalam waktu yang lama, bisa tahunan. Bahkan, meski sudah ada putusan, salinan putusan untuk sampai ke kejaksaan di daerah, terkadang juga butuh waktu enam bulan, setahun bahkan lebih. 
 Ketika para wartawan mempertanyakan perkembangan Dansil Jilid II kepada Jaksa Agung Hendarman Supandji, Rabu (29/4) tadi, Hendarman sempat menanyakan hal itu kepada Kajati Kalsel Salman Maryadi yang duduk di sebelahnya. Salman saat itu kelabakan mencari anak buahnya untuk menjelaskan masalah tersebut.
 Hendarman pun menyarankan agar MA kembali disurati untuk mempertanyakan kapan putusan MA itu bisa turun. Padahal, berdasar keterangan pihak Kejati Kalsel, pihak Kejari Banjarmasin sebenarnya sudah dua kali berkirim surat ke MA terkait soal itu.
 Sebagamamana diketahui, proses hukum untuk Dansil Jilid II masih dalam tahapan upaya hukum kasasi di MA karena para terdakwa keberatan dengan vonis majelis hakim PN Banjarmasin yang juga dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin.
 Untuk terdakwa Taufik Hidayat, Syamsul Qomar, Mahyani Diris, Murahman Sayuti Enggok, Hayatus Solihin dan Syamsul Arifin divonis satu tahun penjara denda Rp25 juta subsider tiga bulan kurungan. 
Skandal korupsi dana APBD Kota Banjarmasin yang melibatkan anggota DPRD Kota Banjarmasin periode 1999 - 2004 yang kerap dikenal dengan sebutan Dansil dipastikan berlanjut ke jilid III.
 Selain mereka yang telah diadili dalam berkas jilid I melibatkan terpidana Midpai Yabani dkk dan II melibatkan Taufik Hidayat dkk, ternyata masih ada belasan mantan anggota dewan yang belum merasakan kursi pesakitan terkait kasus tersebut.
 Kepastian bakal ada Dansil Jilid III ini juga dibenarkan Johansyah. "Saat ini, berkasnya dalam proses penyelesaikan untuk kemudian akan dilimpahkan ke PN Banjarmasin," tuturnya.
 Dikatakannya, untuk jilid III, kemungkinan besar, ada 13 mantan anggota DPRD Banjarmasin 1999-2004 yang bakal jadi pesakitan di kursi terdakwa PN Banjarmasin.
 Ironisnya, diantara ke-13 bakal terdakwa itu nanti, ada sejumlah nama yang diduga kuat bakal kembali menjadi anggota DPRD. adi 













2 comments:

benkyongeblog said...

ku menunggu jua gen lah...

dw aza said...

KPK ada ngak sih di banua ne....