Wednesday, May 20, 2009

Kasus Angkutan Fiktif Disnak Kalsel Digenjot

BANJARMASIN - Aparat Kejari Banjarbaru rupanya tidak main-main mengungkap "konspirasi" dalam kasus dugaan sewa mobil fiktif di Dinas Peternakan (Disnak) Kalsel yang saat ini diduga melibatkan tiga tersangka.

Bahkan, isu adanya tekanan sehingga Kajari Banjarbaru Said Muhammad SH MH dilempar karena terlalu berani mengusut Kadisnak Kalsel, berinisial Mas, dibantah sendiri oleh pihak Kejati Kalsel.

Selasa (19/5), Kasi Pidsus Kejari Banjabaru, Hendri S SH mengatakan, pihaknya tetap komit mengusut dugaan korupsi di tubuh Kadisnak Kalsel, dengan tiga tersangka, masing-masing, Mas, dan dua bawahannya, pelaksana kegiatan, Ir Sul, dan pelaksana lapangan, Nop.

"Bahkan, sebenarnya saya bersama rekan jaksa lainnya baru saja usai melakukan pemeriksaan malam ini," ujarnya ketika dihubungi Mata Banua, tadi malam sekitar pukul 17.15 Wita. Hanya saja, ia enggan membeberkan siap saja yang baru ia periksa.

Menurut Hendri, pihaknya berupaya maksimal menuntaskan kasus tersebut. "Kita lagi bekerja keras mengungkap kasus ini," ujarnya seraya membenarkan kalau tersangka kasus masih tiga orang.

"Kita terus memperdalam pembuktian dengan mencocokkan keterangan satu dengan keterangan lainnya. Tolong dukungannya, agar kasus ini bisa dituntaskan, sebab tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah SH membantah keras adanya isu kalau kepindahan Said Muhammad dari Kajari Banjarbaru menjadi jaksa tinggi di Kejati Sumsel, Palembang, berkait penanganan kasus di Disnak Kalsel tersebut.

Said disebut-sebut terlempar karena terlalu berani menetapkan Kadisnak Kalsel, Mas, sebagai salah satu tersangka dalam kasus tersebut. "Saya tegaskan kalau isu tersebut tidak benar. Beliau, benar-benar pindah karena sudah waktunya mendapat promosi. Hanya kebetulan saja kepindahan dan promosi beliau bertepatan dengan penanganan kasus ini," ujarnya.

Ditambahkan Johansyah, rekannya itu, justru mendapat kenaikan eselon dari IIIb menjadi IIIa dan mendapat tugas sebagai salah satu jaksa tinggi di Kejati Sumsel.

"Beliau termasuk pejabat yang berprestasi. Dalam beberapa tahun terakhir, beliau selalu berhasil melewati target penanganan kasus korupsi yang dibebankan oleh Kajagung. Ya, jangan diisukan macam-macamlah, karena beliau saat ini sedang umroh," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, kasus sewa mobil fiktif di Disnak Kalsel yang lebih belakangan ketimbang dugaan mark-up pengadaan sapi di instansi yang sama, justru sudah semakin terang bahkan ada tiga tersangkanya.

Yang mengungkapnya adalah Kejari Banjarbaru. Menurut Kajari-nya, Said Muhammad SH MH, ketiga tersangka kasus yang diduga merugikan negara Rp190 juta itu adalah Kadisnak Kalsel, Ir Mas, dan dua bawahannya, pelaksana kegiatan, Ir Sul, dan pelaksana lapangan, Nop.

Ketiga tersangka dijerat penyidik dengan pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Menurut Said, proyek tersebut memang dianggarkan dan diprogramkan, namun sama sekali tidak dilaksanakan. Memang, tersangka sempat mengembalikan lagi dana yang diambil itu ke kas daerah. Namun, hal itu sebagaimana diatur pasal 4 UU Tipikor, tidak serta merta menghilangkan atau menghapuskan tindak pidananya," ujarnya.

Sebaliknya, kasus dugaan mark-up sapi yang sudah dahulu mengemuka yang ditangani Sat III Tipikor Dit Reskrim Polda Kalsel, sampai sekarang justru tidak jelas bagaimana hasilnya. Padahal, sejumlah pegawai yang diduga terlibat dalam proyek tersebut pernah dimintai keterangan oleh polisi. Kasat III Tipikor AKBP Slamet bahkan dua bulan lalu pernah berjanji akan membuka lagi kasus ini dengan catatan ada bukti baru.

Namun, sampai sekarang, bagaimana kelanjutan kasus tersebut belum terang juga. adi



No comments: