Sunday, May 31, 2009

Dansil Jilid III Pemeriksaan Tersangka Selesai, Tinggal MA

BANJARMASIN - Pemeriksaan terhadap para tersangka dugaan korupsi dana asuransi Siharta PT Jiwasraya atau Dana Siluman (Dansil) jilid III, sudah hampir selesai semua. Dari 11 tersangka, telah 10 tersangka yang sudah dimintai keterangan. Hanya satu yang masih belum, yakni MA.
 Kamis (28/5) kemarin, ada tiga tersangka yang diperiksa, masing-masing ET, AA dan IA. ET dan AA, keduanya perempuan, mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin 1999-2004.
 Sejak pagi sampai pukul 14.00 Wita, pemeriksaan atas ET dan AA sudah selesai. Dikabarkan, keduanya dicecar 30-an pertanyaan dari penyidik pada bagian Seksi Pidsus Kejari Banjarmasin. Adapun IA, sempat istirahat, untuk kemudian dilanjutkan pemeriksaannya mulai pukul 14.00 Wita, di ruang Kasi Pidsus M Irwan SH.
 Pemeriksaan terhadap IA sempat terhenti ketika pemeriksaan baru mencapai 20-an pertanyaan. "Kita lanjutkan lagi pemeriksaannya, karena masih tersisa 10-an pertanyaan lagi yang masih belum dijawab," ujar Kajari Banjarmasin Purwadi SH didampingi M Irwan, kemarin.
 Dikatakan, pemeriksaan terhadap para tersangka sudah selesai untuk tahap pertama ini. Hanya saja, masih ada satu orang tersangka yang masih belum diperiksa, karena sedang berada di Jakarta.
 "Pemeriksaan sendiri sebenarnya sudah memasuki materi pokok kasus. Untuk saat ini, para tersangka sudah semuanya menjalani pemeriksaan, terkecuali MA yang kabarnya sedang berada di Jakarta. Kita akan memanggil MA pada Rabu depan," tandasnya.
 Disinggung adanya sinyalemen kalau landasan penyidik, yakni PP 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah sudah dihapus oleh MA beberapa waktu lalu, Purwadi melalui Irwan mengatakan, hal itu tidak perlu ditanggapi.
 "Kita selain memakai UU Korupsi juga memakai PP 105 Tahun 2000 ini. Pijakan kita sudah tepat, mengingat kasus sebelumnya juga menggunakan ini," jelasnya.
 Namun, ia tidak ingin menanggapi tentang rencana Komisi I DPRD Kalsel mengundang penyidik untuk mengadakan dengar pendapat soal penanganan kasus Dansil jilid III.
 Sementara itu, Fadli SH, kuasa hukum IA mengatakan, dirinya pun masih belum mempelajari PP 105 tersebut. "Saya kebetulan belum mempelajarinya, apakah memang masih berlaku atau sudah dihapus," ungkapnya beberapa saat sebelum masuk ke ruang penyidik mendampingi kliennya.
 Menurutnya, dalam kasus tersebut, semua pihak mesti menghormati azas praduga tak bersalah. "Status klien saya masih tersangka, sehingga perlu dihormati azas praduga tak bersalah terhadap klien saya. Apalagi, klien saya sama sekali tidak terlibat dalam pengambilan kebijakan dana asuransi tersebut. Klien saya tidak mengerti terhadap persoalan tersebut," cetusnya.
 Ke-11 tersangka diperiksa dalam lima berkas terpisah, antara lain, berkas pertama AM dan AH, berkas kedua MA, ET dan IA, berkas ketiga MJ dan NA, selanjutnya tersangka di berkas keempat, AK dan AA, serta berkas kelima AI dan ED.
 Dalam kasus Dansil jilid III ini, kerugian negara cukup besar, yakni mencapai Rp3,2 miliar. Sementara jika ditotal dengan kasus Dansil jilid I dan jilid II, kerugian negara mencapai Rp7,9 miliar.
 Sebagaimana diketahui, untuk perkara Dansil jilid II, 17 terdakwa telah mendapat vonis di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin pada tahun 2005 lalu yang diperkuat lagi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin. Sekarang, statusnya masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung.
 Pada berkas pertama, terdakwa Taufik Hidayat, Mahyani Diris, Syamsul Qamar, Hayatus Solihin dan Sayuti Enggok divonis satu tahun dan denda Rp25 juta atau kurungan tiga bulan.
 Di berkas kedua, terdakwa M Yusri, Jainal Hakim, Achyadi, Ahyat Noor, Gusti Aminullah, Hamdani Yusran divonis satu tahun penjara dan denda Rp24 juta atau tiga bulan kurungan. Achyadi ditambah tiga bulan penjara jika tidak mengembalikan uang sebesar Rp120 juta. Jainal Hakim dapat tambahan enam bulan penjara jika tidak mengembalikan Rp170 juta.
 Sementara di berkas ketiga, terdakwa Wisnu Teguh, Ruslianoor, M Riduan Noor Bach, Abdul Aziz Syahminan dan Kasmin Banir divonis satu tahun penjara serta denda Rp50 juta atau tiga bulan penjara. Untuk Kasim Baniar dan Wisnu Teguh diperintahkan mengembalikan uang Rp170 juta atau enam bulan penjara. Abdul Aziz Sahminan harus mengembalikan Rp45 juta atau dua bulan penjara, Ruslianoor juga diperintahkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp116 juta atau kurungan empat bulan. Terdakwa M Riduan Noor Bach dihentikan, menyusul yang bersangkutan telah meninggal dunia. adi




No comments: