Friday, May 8, 2009

Bripka Ervan Nyaris Diberhentikan

BANJARMASIN - Mantan anggota Provos Bid Propam, Bripka Ervan, nyaris saja diberhentikan sebagai polisi. Untung saja, hukuman pidananya terkait kasus narkoba cuma dua bulan dan tujuh hari. Jika saja, ia dihukum pidana lebih dari tiga bulan tentu ia akan diberhentikan.
 Kamis (7/5) kemarin, ia menjalani sidang disiplin di Bid Propam Polda Kalsel. Sidang dipimpin langsung oleh Kabid Propam AKBP Kadarusman sebagai atasan yang berhak menghukum (Ankum), dibantu Kasi Rehab Bid Propam Suhartono SSos dan Kasubbid Provos Bid Propam Kompol Agus Durijanto.
 Bripka Ervan sendiri dalam sidang itu didampingi Kasi Yanduan Bid Propam Supriyadi sebagai penasehat Bripka Ervan. Sidang berlangsung khidmat namun cukup singkat.
 Oleh AKBP Kadarusman, Bripka Ervan dikenai tiga lapis hukuman disiplin, diantaranya, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat selama satu periode serta ditempatkan di tempat khusus selama 14 hari.
 "Hukuman disiplin tersebut saya rasa sudah cukup adil dan kita harapkan bisa membuat yang bersangkutan jera dan tidak akan mengulang perbuatannya lagi, apalagi sampai terlibat narkoba," ingat Kadarusman.
 Ditambahkan, di era reformasi saat ini, tidak ada tempatnya lagi untuk menutup-nutupi kasus yang melibatkan anggota Polri. "Sebab, masyarakat tentu menuntut agar aparat kepolisian bersih dan tidak sekedar hanya bisa menindak masyarakat saja. Ini sebagai bukti, jangankan masyarakat, anggota sendiri pun jika terbukti bersalah, harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
 Sementara itu, Kompol Agus menambahkan, Bripka Ervan terbukti secara sah melanggar pasal 3 huruf g UU No 2 Tahun 2003 tentang Kewajiban dan Larangan bagi Anggota Polri.
 "Ia sudah terbukti melanggar UU dan peraturan lainnya, sehingga harus menjalani sidang disiplin. Kalau saja bersangkutan dalam pidananya, divonis tiga bulan lebih, maka akan diajukan ke sidang Kode Etik Kepolisian (KKE). Jika sudah di sana, boleh jadi, yang bersangkutan akan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH)," jelasnya.
 Jika pada 2008 lalu, anggota polisi di lingkup Polda Kalsel ada sekitar delapan yang diberhentikan, maka sejak Januari hingga saat ini, sudah lebih dari delapan orang yang diberhentikan. Sebagian besar justru terlibat kasus narkoba.
 Beberapa waktu lalu, lima tersangka disidik Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel yang berhasil menangkap Bripka Ervan dan rekan sesama jaringan narkoba, Rzl, Bud, Ed dan Sur.
 Kamis (15/1) pagi, melalui upaya undercover buy, jajaran Sat II Dit Narkoba berhasil menangkap Rzl (32) di kawasan Jl A Yani Km 9 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, sekitar pukul 08.00 Wita. Dari balik sakunya, petugas mendapati dua paket sabu dengan berat sekitar 7 gram.
 Ketika diinterogasi dari mulut tersangka, warga Jl KS Tubun Kompleks 500 itu meluncur pengakuan kalau barang haram itu diperolehnya dari Bud. Menurutnya, ia kerap mendapat sabu dari Bud yang berdiam di kawasan Jl Anggrek Kebun Bunga.
 Kemudian, sorenya dilakukanlah penelusuran ke kediaman Bud. Ternyata, arah kediaman yang ditunjuk tersangka mengarah ke kediaman Bripka Ervan. Disitulah petugas mendapati Bripka Ervan, Bud, Ed dan Sur baru selesai pesta sabu. adi



No comments: