Sunday, May 31, 2009

Berkas CV Aulia Ke Kejagung

BANJARMASIN - Informasi terkini, kalau berkas tersangka Anm, Dirut CV Aulia yang diamankan Mabes Polri, sudah dikirimkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam waktu dekat, setelah berkas P-21 (lengkap), tersangka dan berkas akan diserahkan Kejagung kepada Kajati Kalsel untuk selanjutnya perkara disidangkan di Kalsel.
 Sementara itu, berkas lainnya, untuk tersangka H Par, Dirut PT Satui Bara Tama (SBT), juga diperkirakan rampung dalam minggu ini juga. Pasalnya, berkas hanya dilengkapi sedikit oleh penyidik Dit Reskrim Polda Kalsel.
 "SPDP maupun berkas penanganan kasus Anm, Dirut CV Aulia tidak diserahkan kepada kita, tetapi langsung ke Kejagung oleh Mabes Polri. Sebab, kasus yang ditangani Mabes Polri, berarti kerja sama penanganannya langsung ke Kejagung. Namun, saya dapat kabar kalau berkasnya sudah hampir selesai juga. Nanti, untuk penanganan leih lanjut, Kejagung akan menyerahkan kepada kita," ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah SH didampingi Kasi Pra Penuntutan Sandy Rosady SH, Minggu (31/5).
 Menurutnya, setelah berkas lengkap dan tersangka diserahterimakan kepada Kejagung oleh Mabes Polri, barulah Kejagung akan menyerahkan berkas dan tersangka kepada Kejati Kalsel untuk melakukan dakwaan di pengadilan di Kalsel.
 "Nanti, kalau sudah kelar berkas dan tersangkanya akan diserahkanm Kejagung ke Kejati Kalsel yang akan membawa perkara ke pengadilan di Kalsel, mengingat kejadian perkara (locus de licti) terjadi di Kalsel, tepatnya di Tanbu," cetusnya.
 Sementara disinggung perkembangan penanganan kasus serupa yang melibatkan H Par, Dirut PT SBT, Sandy menimpali bahwa berkas sudah hampir selesai. "Kemarin, kita memang ada memberikan petunjuk (P-19) kepada penyidik (Dit Reskrim Polda Kalsel), namun cuma sedikit, hanya berkaitan dengan teknis total jumlah barang bukti dan kisaran harga batubara saja. Saya pikir, itu bisa selesai. Paling tidak dalam minggu ini, mungkin berkasnya sudah P-21 (lengkap)," bebernya.
 Pelanggaran yang dilakukan CV Aulia yang diduga merambah kawasan hutan tanaman industri yang dikelola PT Rindang Banua (RB), dperkirakan seluas 17 hektare.
 Sebagaimana diketahui, dua buah lokasi tambang di Kecamatan Satui Kabupaten Tanbu di-police-line jajaran polisi. Untuk lokasi milik PT SBT ditangani Dit Reskrim Polda Kalsel, sedangkan CV Aulia ditangani Mabes Polri, Rabu 3 Desember 2008 lalu.
 Aparat Polres Tanbu mengamankan puluhan alat berat yang berada di lokasi tambang, dengan jalan membentangkan pita garis polisi di sekeliling peralatan tambang batubara milik PT SBT dan CV Aulia. Kebetulan, lokasi kedua perusahaan cukup berdekatan.
 Di lokasi milik PT SBT di Desa Makmur Mulia Km 12 Sompul Kecamatan Satui, tampak danau air yang sangat luas, panjang sekitar 500 meter dan lebar mencapai 150 meter. Itu baru sebuah pit atau lubang tambang. 
 Tak tanggung-tanggung, lokasi penambangan yang dilakukan PT SBT diduga mencakup areal seluas 1.900 hektare. Luasan lahan eksploitasi milik PT SBT ini jauh lebih besar ketimbang milik CV Aulia yang hanya seluas 17 hektare. 
 Sementara alat berat milik SBT yang disita, adalah lima buah eksavator, tiga unit dozer, 10 buah dump truck serta kurang lebih 7.000 metrik ton batubara atau 8.500 metrik ton jika ditambah lokasi tumpukan satunya. adi






No comments: