Wednesday, May 27, 2009

4.944 Pil Ineks Marlong Lagi?

BANJARMASIN - Giliran tangkapan yang jumlahnya kecil, aparat Sat I Dit Narkoba Polda Kalsel memang wellcome dengan wartawan dan dengan senang hati memberikan data-data. Namun, ketika kasus melibatkan barang bukti yang banyak, petugas cenderung protect dan terkesan menghindar.
 Senin (25/5) kemarin, aparat kesatuan ini kembali mengamankan dua orang, masing-masing BS alias Hokai dan RC yang diduga terlibat kepemilikan 4.944 pil berwarna hijau berlogo "Toyota".
 Hanya saja, kepada salah seorang wartawan, seorang petugas mengatakan belum bisa memastikan apakah ribuan pil itu ineks asli atau hanya ineks marlong. 
 Sejumlah wartawan yang meliput seperti kecewa, karena bisa jadi, kasus ini terjadi seperti kasus 5.145 pil di Bun Pool yang disangka asli 20 hari kemudian dinyatakan ineks marlong.
 Begitu juga ketika wartawan hendak mewawancarai RC, seorang kurir yang kedapatan mengambil paketan di salah satu usaha ekspedisi di Jl Jati, Banjarmasin sekitar pukul 10.00 Wita, ternyata langsung dilarang petugas.
 "Sekarang, sementara ini belum dibolehkan tersangka ditanyai," ujar seorang petugas melarang wartawan termasuk Mata Banua yang sudah siap-siap mewawancarai.
 Petugas itu mengatakan bahwa nanti Kasat I Dit Narkoba AKBP Made Wijana yang akan memberikan keterangan. Hanya saja, Made sendiri usai menghitung barang bukti sudah tidak tampak lagi di kantornya. Yang bersangkutan sedang keluar.
 Alhasil, kondisi ini membuat puluhan wartawan menjadi kecewa dan berprasangka kalau Made hanya sengaja menghindar atau entah kenapa. Wartawan pun akhirnya memilih balik kanan, karena kesatuan tersebut sudah menunjukkan gelagat yang kurang "bersahabat". 
 Informasi terhimpun, polisi mendapat informasi kalau ada paket mencurigakan di salah satu ekspedisi di Jl Jati. Kemudian dilakukan pengintaian. Waktu itu, seorang pria terlihat akan mengambil paket.
 Sejurus kemudian, polisi yang berpakaian preman langsung menggrebek pria yang belakangan berinisial RC. Dari mulut RC diketahui kalau paket tersebut milik BS alias Hokai yang ternyata masih meringkuk di Lapas Teluk Dalam menjalani hukuman akibat kasus 3 ons sabu, beberapa bulan lalu.
 Polisi kemudian meluncur ke Lapas Teluk Dalam. Di ruang tunggu pengunjung, akhirnya Hokai dibon oleh polisi untuk dimintai keterangan. Menurut informasi, Hokai mengakui terus-terang jika paketan berisi ribuan pil itu memang pesanannya atau miliknya.
 Disinyalir, Hokai meski badannya sudah berada dalam sel, namun masih kerap menjalankan bisnis haram. Sementara pendapat mengatakan, mustahil kalau ribuan pil ineks yang disimpan dalam player laser disk yang dimuat dalam paket itu palsu.
 Pasalnya, ketika kasus sabunya terungkap, Hokai mengakui kalau sabu seberat 3 ons senilai Rp400 juta itu miliknya. Ia diduga memiliki kemampuan untuk mendatangkan narkoba bernilai besar. adi 



















No comments: