Tuesday, May 5, 2009

11 Tersangka Dansil III Bakal Diperiksa

BANJARMASIN - Kejari Banjarmasin telah menetapkan 11 orang mantan anggota DPRD Kota Banjarmasin periode 1999-2004 sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana asuransi Siharta atau yang kerap disebut Dana Siluman (Dansil). Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil 11 tersangka tersebut.
 Hingga Minggu (3/5) kemarin, pihak Kejari Banjarmasin masih belum melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Hanya saja, sudah ada puluhan saksi lain yang dimintai keterangan.
 11 tersangka yang dimuat dalam lima berkas terpisah itu antara lain, berkas pertama AM dan AH, berkas kedua MA, ET dan IA, berkas ketiga MJ dan NA, selanjutnya tersangka di berkas keempat, AK dan AA, serta berkas kelima AI dan ED.
 Menurut Kajari Banjarmasin Purwadi SH, kepada wartawan, dalam kasus Dansil jilid III ini, kerugian negara cukup besar, yakni mencapai Rp3,2 miliar. Sementara jika ditotal dengan kasus Dansil jilid I dan jilid II, kerugian negara mencapai Rp7,9 miliar. Hal itu, dapat dipahami, mengingat tiap tersangka rata-rata mendapat Dansil sebesar Rp173 juta.
 Sementara itu, hingga saat ini juga, putusan kasasi Mahkamah Agung untuk 17 terdakwa Dansil jilid II masih belum turun, meski sudah dua kali pihak Kejari Banjarmasin menyurati MA guna menanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.
 "Meski demikian, kita akan kembali menyurati MA, sehingga diharapkan ada kepastian hukum dalam kasus tersebut," bebernya.
 Sebagaimana diketahui, untuk perkara Dansil jilid II, 17 terdakwa telah mendapat vonis di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin pada tahun 2005 lalu yang diperkuat lagi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin.
 Pada berkas pertama, terdakwa Taufik Hidayat, Mahyani Diris, Syamsul Qamar, Hayatus Solihin dan Sayuti Enggok divonis satu tahun dan denda Rp25 juta atau kurungan tiga bulan.
 Di berkas kedua, terdakwa M Yusri, Jainal Hakim, Achyadi, Ahyat Noor, Gusti Aminullah, Hamdani Yusran divonis satu tahun penjara dan denda Rp24 juta atau tiga bulan kurungan. Achyadi ditambah tiga bulan penjara jika tidak mengembalikan uang sebesar Rp120 juta. Jainal Hakim dapat tambahan enam bulan penjara jika tidak mengembalikan Rp170 juta.
 Sementara di berkas ketiga, terdakwa Wisnu Teguh, Ruslianoor, M Riduan Noor Bach, Abdul Aziz Syahminan dan Kasmin Banir divonis satu tahun penjara serta denda Rp50 juta atau tiga bulan penjara. Untuk Kasim Baniar dan Wisnu Teguh diperintahkan mengembalikan uang Rp170 juta atau enam bulan penjara. Abdul Aziz Sahminan harus mengembalikan Rp45 juta atau dua bulan penjara, Ruslianoor juga diperintahkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp116 juta atau kurungan empat bulan. Terdakwa M Riduan Noor Bach dihentikan, menyusul yang bersangkutan telah meninggal dunia.
 Semua terdakwa di Dansil jilid II inilah yang mengajukan kasasi ke MA karena tidak puas dengan putusan PN Banjarmasin maupun PT Banjarmasin.
 Adapun lima terdakwa di Dansil jilid I, masing-masing Midpai Yabani dihukum dua tahun penjara, Ketua DPRD Banjarmasin 1999-2004 Suyatno, para wakil ketua, masing-masing Tasriq Usman, Masyuri Muchtar dan Hamsy Syukri divonis dua tahun penjara. adi  














No comments: