Thursday, April 30, 2009

Tak Ada Unsur Politis

BANJARMASIN - Jaksa Agung, Hendarman Supandji membantah ada unsur politis dalam penangkapan terpidana korupsi Emron Pangkapi, salah satu Ketua DPP PPP. 
 Kalaupun Emron ditangkap di arena Rapimnas PPP, karena yang bersangkutan selalu mangkir dari panggilan Kejari Sungai Liat untuk menjalani eksekusi, pasca dikeluarkannya putusan MA yang berkekuatan hukum yang tetap.
 "Tidak ada masalah politik, ini murni kejaksaan melaksanakan perintah MA untuk mengeksekusi terpidana. Banyak petinggi PPP yang mendukung kejaksaan dalam soal ini," ungkapnya sambil melirik Gubernur H Rudy Ariffin yang juga Ketum PPP Kalsel yang sedari tadi senyum-senyum ketika wartawan menyinggung tentang petinggi PPP pusat yang ditangkap jaksa.
 Ditanya soal jaksa Ester yang menyimpangkan barang bukti psikotropika, Jaksa Agung mengatakan bahwa selain kasus tersebut, maka setiap jaksa bermasalah akan diperiksa dengan tenggat waktu 30 hari, sesuai PP 30. "Jika terbukti sah bersalah, maka kita akan tindak dengan memberhentikannya tidak dengan hormat (pecat)," katanya.
 Disinggung penanganan kasus Dana Siluman II yang terkesan lamban, karena hingga sekarang terkesan menggantung, Hendarman langsung memerintahkan agar Kejati Kalsel, Salman Maryadi untuk mengecek ke MA, apakah sudah ada putusan terhadap belasan terdakwa.
 Dalam tahun ini juga, lanjutnya, ia akan melakukan reformasi birokrasi di tubuh kejaksaan. Bagi pejabat yang ditugaskan akan diberi waktu tiga tahun. Tahun pertama, akan diberi tugas untuk melakukan pembenahan, tahun kedua membuat program kerja, dan tahun ketiga melaksanakan program untuk kemudian dievaluasi kembali. "Jika ternyata tidak berhasil, dan kurang berhasil memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat, maka akan kita pindah atau mutasi," cetusnya.
 Usai kegiatan di Banjarbaru, Hendarman bertolak ke Gedung Kejati Kalsel dan langsung mengadakan briefing tertutup kepada para jaksa se-Kalsel. Malamnya, Hendarman diagendakan diundang Pemprov Kalsel untuk beramah-tamah. adi





No comments: