Thursday, April 30, 2009

"Saya Mungkin Akan Dicambuk"


PESONA Jaksa Agung Hendarman Supandji memang sedang mekar-mekarnya. Jaksa Agung yang diambil dari pejabat karir kejaksaan ini memang dikenal sosok jaksa yang bersahaja dan jujur. Sehingga jika ada anak buahnya yang terlibat kasus, ia tak segan-segan menangis seperti anak kecil.
 Ketika ditanya wartawan dalam sesi temu pers di Lapangan Murdjani usai gelar acara Peresmian Kantin Kejujuran ke-7.000, apakah pernah tidak jujur sejak kecil, Hendarman mengaku terus-terang kalau dia takut jika tidak jujur.
 "Wah, kalau saya sampai tidak jujur, bagaimana ya. Sejak kecil saja, jika saja saya ketahuan tidak jujur, bisa-bisa saya dicambuk orangtua saya," ujarnya.
 Menurutnya, berkat didikan orangtuanya, ia selalu berusaha untuk jujur kepada diri sendiri dan tidak ingin culas dengan orang lain. "Bahkan untuk urusan mencontek jawaban teman kelas pun saya takut. Meski tidak terlalu pintar, saya akan berusaha semampu saya untuk menjawab soal. Bukankah masih lebih baik orang yang bodoh namun tidak mencontek, ketimbang orang pintar yang suka mencontek dan culas," ungkapnya.
 Selain itu, sejak kecil, ia terbiasa mengembalikan setiap uang kembalian belanja  pemberian orangtuanya. Jadi, uang hasil jajan yang sudah dipakai sesuai kebutuhan, kalau ada lebihnya pasti dikembalikan lagi kepada orangtuanya.
 Jaksa bintang empat ini juga dikenal low profile menjawab pertanyaan para wartawan. Meski demikian, ia juga sosok yang tegas, sehingga ia pun tidak segan-segan akan menindak tegas bawahannya jika memang terbukti sah melanggar hukum. 
 Berdasar hasil pertanyaan para wartawan, Hendarman mengemukakan, dirinya mengembangkan Kantin Kejujuran sehingga ditargte tahun ini tembus 10.000 kantin, dimaksudkan untuk membentuk karakter jujur, tawakkal, sabar dan ikhlas bagi generasi penerus bangsa. 
 "Ternyata upaya yang lebih efektif mencegah dan memberantas korupsi adalah dengan jalan membina anak-anak kita sejak dini agar terbiasa jujur. Mencegah lebih baik ketimbang mengobati," tandasnya.
 Disinggung adanya terdakwa korupsi di PT Pos Indonesia yang bebas, Hendarman mengatakan bahwa pihaknya sudah maksimal mengajukan bukti-bukti di depan persidangan, namun kewenangan putusan ada pada hakim. "Kita akan pelajari kenapa sampai bebas, dan kita tetap lakukan upaya hukum lanjutan," tegasnya.adi



No comments: