Wednesday, April 8, 2009

Reskrim Polda Telisik Pengrusakan Kebun Sawit

BANJARMASIN - Pengaduan Kelompok Tani Sumber Usaha KUD Nusantara Unit Usaha Otonom Kelapa Sawit yang lahan sawitnya diduga dirusak oleh PT Era Dasa Indonesia (EDI) ternyata mendapat tanggapan dari Dit Reskrim Polda Kalsel. Terbukti, Dir Reskrim Kombes Pol Machfud Arifin langsung memerintahkan bawahannya untuk terjun ke lokasi guna melakukan penelisikan.
 Lokasi kebun yang menurut Ketua Tempat Pelayanan Koperasi (TPK) Sumber Usaha KUD Nusantara, Abdul Tinus diduga dirusak itu berada di blok 70 dan 71 seluas 3 hektar, Jl Sumpol Km 12, Desa Persiapan Makmur Mulia, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).
 Tinus sendiri ketika didampingi pengacara Syaiful Anwar dan M Arsyad mengatakan, dirinya mewakili petani plasma terpaksa mengadu ke Reskrim Polda Kalsel, karena pengaduan serupa ke Polsek Satui, maupun Polres Tanbu, tidak mendapat tanggapan yang berarti.
 "Kita memang mendapat keluhan dan pengaduan dari KUD Nusantara Unit Usaha Otonom Kelapa Sawit yang merasa keberatan lahan sawit mereka di Sumpol, dirusak oleh PT EDI. Mereka katanya kecewa dengan kurang ditanggapinya pengaduan serupa oleh Polsek Satui dan Polres Tanbu," tukas Dir Reskrim, Selasa (7/4) kemarin.
 Dikatakan, ia sudah memerintahkan kepada tim untuk mengecek langsung ke lokasi terjadinya pengrusakan tersebut. Penanganan kasus tersebut, lanjutnya, akan dikoordinasikan juga dengan Polsek Satui dan Polres Tanbu.
 Dikabarakan, Senin (6/4) malam, sejumlah polisi Dit Reskrim Polda Kalsel yang kebetulan hendak pulang ke Banjarmasin, usai melakukan penyidikan kasus lain, diperintahkan langsung oleh Dir Reskrim untuk singgah ke lokasi yang diduga terjadi pengrusakan lahan sawit milik KUD Nusantara oleh PT EDI.
 Sebelumnya, Tinus menjelaskan bahwa pada 30 Maret 2009, sekitar pukul 08.00 hingga 11.30 Wita, di perkebunan mereka pada blok 70 dan 71, seluas 3 hektar, Jl Sumpol Km 12 Satui, alat berat milik PT EDI diduga merobohkan setidaknya 456 batang pohon kelapa sawit.

 Menurut Edi, pengrusakan tersebut terjadi sehari kemudian, bahkan sebelumnya juga pernah dilakukan. "Padahal, lahan itu milik petani plasma dan KUD Nusantara sebagaimana sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN Kotabaru. Bahkan, sudah ada jalinan kerja sama penggarapan kelapa sawit antara PT Buana Karya Bhakti dengan pihak kami yang dananya dibiayai kredit likuidasi Bank Indonesia (BI)," jelasnya.

"Kami tidak mengetahui apakah PT EDI memiliki alas hak juga atau tidak. Cuma, semestinya mereka tidak melakukan pengrusakan terhadap barang milik orang lain begitu saja. Masalah ini pernah kami adukan ke Polsek Satui, namun kurang ditanggapi dan hanya disarankan untuk membawa ke jalur perdata. adi

PT EDI Menyanggah
 PENGACARA PT Era Dasa Indonesia (EDI), Abdul Kadir SAg SH 
mengatakan, tudingan Abdul Tinus, Ketua TPK Sumber Harapan KUD Nusantara sebagai salah alamat.
 "Tuduhan Ketua TPK Sumber Harapan KUD Nusantara, Abdul Tinus yang menyebutkan PT EDI merusak lahan sawit adalah salah alamat, karena di lahan KP kami itu pohon-pohon sawitnya telah ditebangi warga pemilik segel yang sah di luar dari nama-nama yang tercantum dalam sertifikat versi PT BKB (Buana Karya Bhakti) yang menaungi KUD Nusantara," ujarnya via telepon kepada wartawan, Selasa (7/4) kemarin.
 "Kami bekerja sudah sesuai prosedur atau aturan teknis pertambangan yang dielngkapi surat menyurat (termasuk segel). Kalaupun ada pihak ketiga yang tidak setuju, adalah haknya memprotes, namun yang menentukan sah atau tidaknya tetap pengadilan. Kami tetap taat hukum dan pemilik lahan yang sah pun sudah dimintai keterangan Polsek Satui," ujarnya.
 Sertifikat yang dimiliki KUD pun itu tidak benar, ujarnya. "Karena sebagian besar nama pemilik lahan dalam sertifikat itu bukan nama-nama pemilik yang sah. Awalnya pemilik yang sah dalam Kelompok Tani Usaha Bersama dimasukkan pihak KUD ke dalam daftar sertifikat, namun setelah sawit berbuah, nama-nama di sertifikat itu berubah juga.
 Ditambahkan Dirut PT EDI Ir Jadid, via telepon, pihaknya juga pernah menggelar pertemuan dengan perwakilan PT BKB dan KUD Nusantara yakni Tahmiudin, Tinus, dan Arsyad. Jadid menjelaskan, pihaknya dari Kelompok Tani Sumber Usaha yang ia wakili di Tahun 2008 lalu, ternyata BKB dan KUD Nusantara tidak ikut campur soal sengketa lahan, dan menyatakan bahwa urusan tersebut adalah urusan Tinus dari TPK.
 "Saat kami minta tunjukan sertifikat dan minta dihadirkan 60 orang yang masuk daftar, mereka tidak bisa menghadirkannya, apalagi alamat ke-60 orang itu. Sebenarnya kasus ini tidak mandeg di Polsek Satui dan Polres Tanbu, sebab kasus ini tetap berjalan," imbuh Jadid. adi


























No comments: