Sunday, April 26, 2009

Polisi Dituding Tidak Prosedural

BANJARMASIN - Pengacara Rivani Fahlevi Zasran SH menganggap, penahanan yang dilakukan Polsek Satui Resort Tanah Bumbu (Tanbu) terhadap kliennya, H Riduan tidak prosedural.
 Fahlevi yang didampingi keluarga H Riduan, Abdul Hakim SH kepada wartawan, Jumat (24/4) mengatakan, kliennya ditangkap begitu saja tanpa surat pemanggilan dan penahanan. "Kejadiannya Kamis (23/4) kemarin, sekitar pukul 10.00 Wita, H Riduan ditangkap di rumahnya di Desa Sungai Cuka dan langsung dijebloskan ke dalam sel hingga pukul 22.00 Wita," tuturnya.
 Dikatakan, ketika penangkapan itu, Riduan sama sekali belum mendapat surat panggilan. "Surat panggilan baru diserahkan ketika klien kami sudah ditahan," jelasnya.
 Tak hanya itu, kliennya juga turut diinterogasi oleh H Rudy, dari PT BJM yang menjadi pelapor dalam kasus dugaan pemalsuan surat yang diatur pada pasal 263 KUHP itu.
 "Ini kan aneh, kenapa bisa pelapor juga turut menanyai klien kami ketika diamankan di Polsek Satui. Kami menilai, penangkapan klien kami tidak prosedural sebagaimana diatur dalam KUHAP," ujarnya.
 Oleh Polsek Satui, penahanan Riduan dilimpahkan ke Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel. Riduan dikawal polisi kabarnya tiba di Polda Kalsel pada Kamis (24/4) sekitar pukul 03.00 Wita.
 Dari keterangan Fahlevi, Riduan memiliki tanah sesuai segel tahun 1994 di Desa Sungai Cuka. Berbekal sertifikat hak milik (SHM), Riduan kemudian menjual tanahnya ke perusahaan besar pemegang PKP2B sebagai lahan tambang batubara pada tahun 2008.
 "Tiba-tiba, H Darkuni dari Desa Sungai Danau, mengaku sebagai pemilik lahan yang sama dan telah menjualnya pula kepada PT BJM yang diwakili H Rudy. Yang mengherankan, segel milik Riduan maupun Darkuni, memiliki nomor yang sama. Hanya saja, luas lahan yang sesuai SHM milik Riduan, luasnya 12,9 hektar, sedangkan luasan lahan yang dijual H Darkuni, luasnya 18 hektar lebih. Dalam hal ini, milik klien kami lahannya lebih kecil," bebernya.
 Belakangan, lanjutnya, H Rudy menuding bahwa kliennya itu telah memalsukan surat-surat tanah. Bahkan, imbuhnya, Edi, Sekdes Sungai Cuka turut dituding membantu Riduan membuatkan dokumen yang dipegang Riduan.
 "Semestinya, kalau H Rudy dari PT BJM merasa ada yang tidak beres, ia komplain dengan H Darkuni, bukan lalu melaporkan klien kami. Sebab, bukti-bukti yang ada di klien kami lengkap, baik segel tanah maupun SHM-nya," cetusnya.
 Sementara, Kapolsek Satui Iptu Angga kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penahanan secara prosedur. Selain itu, tugas pihaknya sekedar membantu Polda Kalsel, karena kasus tersebut laporannya dilakukan pelapor ke Polda Kalsel.
 Kasat I Krimum Dit Reskrim AKBP Endro Kiswanto mengatakan, dirinya memang mendengar sekilas adanya kasus tersebut. "Saya belum cek langsung, jadi nanti saya cek ke penyidiknya," paparnya. adi





















No comments: