Sunday, April 26, 2009

Mulai Marak Tudingan Penggelembungan Suara

BANJARMASIN - Tampaknya, Pemilu Legislatif 2009 memang gelaran terburuk sepanjang sejarah. Pasalnya, di mana-mana terjadi protes akibat dugaan kecurangan termasuk penggelembungan suara yang diduga dilakukan oknum pencatat suara di berbagai tingkatan.
 Tingkatan itu mulai, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tingkat TPS, Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/kelurahan, hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tingkat kecamatan sampai KPUD kabupaten/kota.
 Hanya saja, dari informasi yang beredar, keributan perhitungan suara lebih kerap terjadi di sejumlah PPK. Jumat (24/4) kemarin, misalnya, terjadi keributan di PPK Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, kemudian di KPUD Banjar.
 Darmajaya dari Partai Patriot, menginformasikan bahwa di PPK Banjarmasin Selatan sempat terjadi ketegangan. Pasalnya, saksi banyak yang keberatan atas perolehan suara salah satu parpol yang diduga digelembungkan secara sengaja oleh oknum PPK Banjarmasin Selatan.
 "Di PPK Banjarmasin Selatan terjadi ketegangan karena sejumlah saksi tidak terima adanya suara parpol tertentu yang diduga digelembungkan. Pasalnya, berdasar catatan saksi di tingkat KPPS maupun PPS se-Banjarmasin Selatan, perolehan suara parpol tersebut tidak sebesar ketika suara itu keluar dari PPK Banjarmasin Selatan," ungkapnya.
 Kasus tersebut, lanjutnya, kabarnya sudah dilaporkan ke Panwaslu Banjarmasin Selatan. "Bahkan, saya dengar, dan kabar ini patut dipercaya, salah satu anggota PPK Banjarmasin Selatan berinisial As, sedang dicari polisi, karena diduga terlibat penggelembungan suara dengan imbalan uang diduga puluhan juta rupiah," cetusnya.
 Ditambahkan, As sendiri ketika diadakan rekapitulasi di PPK Banjarmasin Selatan, tidak berada di tempat, sehingga kuat dugaan ia melarikan diri, menghindari protes maupun pengusutan aparat berwajib.
 Sayangnya, Ketua Panwaslu Banjarmasin, Sulhan tidak berhasil dikonfirmasi. Dihubungi via telepon, ponsel Sulhan ternyata tidak aktif. Begitu juga ketika masalah ini coba dikonfirmasi kepada Kapolsek Banjarmasin Selatan, AKP Jainal Rahman SIK, ponsel bersangkutan tidak aktif.
Juga terjadi
 Di Kabupaten Banjar, dugaan penggelembungan suara di tingkat PPK juga terjadi. Menurut Ketua DPD PAN Banjar, Supiansyah SE, pihaknya menduga sudah terjadi penggelembungan suara di PPK Tatah Baru, bagian dari Dapil II Banjar.
 "Dari catatan para saksi PAN, sesuai formulir model C dan C-1, ternyata ada perbedaan yang mencolok dengan hasil rekapitulasi di PPK Tatah Baru. Ternyata, ada dugaan suara parpol tertentu digelembungkan oleh oknum, sehingga kami dari PAN menjadi dirugikan. Kami akan melaporkan masalah ini ke Panwaslu Tatah Baru dan juga Panwaslu Banjar. Jika ini juga mentok, kami akan koordinasikan dengan DPP PAN supaya mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi," jelasnya.
 PAN Banjar rupanya sangat berkomitmen terhadap kejujuran Pemilu 2009. Bukan hanya menggugat dugaan penggelembungan suara dari parpol lain saja, sebab dugaan penggelembungan yang dilakukan oleh oknum caleg PAN sendiri turut dikritisi dan digugat.
 "Hasil rekapitulasi PPK Martapura Timur Dapil I Banjar, suara caleg PAN untuk DPRD Kalsel, Sugeng Susanto, terjadi penggelembungan dari 71 suara menjadi 417. Ini sudah keterlaluan, karena berbeda sangat jauh dari hasil catatan para saksi maupun catatan formulir model C dan C-1," tukasnya.
 Dari segi suara partai, lanjutnya, memang penggelembungan suara tersebut sangat menguntungkan PAN. "Namun, kita tidak ingin pelaksanaan Pemilu ini dinodai oleh aksi-aksi penggelembungan suara yang bertolak belakang dengan azas kejujuran. Maka, meski itu diduga melibatkan oknum anggota PAN, kita akan tetap laporkan ini ke Panwaslu Martapura Timur maupun Panwaslu Banjar untuk ditindaklanjuti," cetusnya.
 Supi menduga, ada "permainan" angka yang dilakukan oleh oknum di PPK Martapura Timur, sehingga sampai terjadi perbedaan suara yang sangat jauh dari catatan saksi PAN di TPS-TPS, maupun di PPS. adi























  



No comments: