Tuesday, April 7, 2009

Korupsi PT Pos Amuntai Tiga Saksi Diperiksa

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam dugaan korupsi pada PT Pos Amuntai. Kepala PT Pos Amuntai, Her, dikabarkan sedang dibidik sebagai calon tersangka.
 Senin (6/4) kemarin, tercatat ada tiga orang karyawan PT Pos Amuntai yang dimintai keterangan di Kejati Kalsel. Mereka adalah Manajer Keuangan PT Pos Amuntai Fahmi Amrozi, Asisten Manajer Keuangan Bidang Akuntansi Budi Santoso dan petugas loketnya, Yudianur.
 "Mereka bertiga yang merupakan karyawan PT Pos Amuntai kita undang untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi di PT Pos Amuntai. Selain mereka, akan ada juga sejumlah orang yang akan dimintai keterangan sebagai saksi," terang Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Johansyah M SH, kemarin.
 Disinggung apakah ada tersangka dalam kasus ini, Johansyah mengatakan, pihaknya baru sebatas mengatakan sebagai calon tersangka. Adapun calon tersangkanya adalah pihak yang dianggap sangat bertanggung jawab dalam penyimpangan dana PT Pos Amuntai, yakni Her, Kepala PT Pos Amuntai.
 "Kita belum menjelaskan nama terang, cukup Anda tulis saja inisialnya, yakni Her. Dia adalah Kepala PT Pos Amuntai," beber Johan.
 Menurutnya, modus penyimpangan dana, mirip dan serupa dengan kasus yang terjadi pada Pos Logistik PT Pos Banjarbaru, di mana dana perusahaan disimpangkan untuk bisnis angkutan batubara yang pada akhirnya justru merugikan perusahaan milik negara tersebut.
 "Dana dipakai untuk bisnis angkutan batubara (trading), namun dana itu tidak kembali lagi ke kas perusahaan yang notabene dana itu adalah milik negara," cetusnya.
 Menyangkut kerugian negara, Kejati Kalsel mengestimasi bahwa dana yang digunakan untuk trading yang tidak kembali lagi ke kas PT Pos Amuntai kurang lebih Rp4 miliar. 
 Sementara untuk persidangan tiga terdakwa perkara penyalahgunaan dana Pos Logistik PT Pos Banjarbaru sebesar Rp32 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru, semakin mendekati babak akhir. Tim JPU, sudah memberi "harga" kepada para terdakwa.
 Untuk terdakwa Muhammad Iskandar, Manajer Pos Logistik, JPU menuntut hukuman 10 tahun penjara, sedangkan dua bawahan Iskandar, masing-masing Burhanuddin (supervisor pemasaran) dan Gusti Mastur (supervisor umum). adi



1 comment:

SMOGMARATUS said...

Beginilah jika terjadi lobi alias bagi hasil korupsi. Hukuman bisa diatur. Di daerah kita udah lumrah demikian, siapa berani demo siap tersisih atau berkolusi.