Thursday, April 30, 2009

Kepala Pos Amuntai Batal Datang

BANJARMASIN - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel seyogyianya akan memberi kado manis buat Jaksa Agung Hendarman Supandji yang kebetulan berada di Kalsel untuk meresmikan Kantin Kejujuran ke-7.000. Sayangnya, Rabu (29/4) kemarin, calon tersangka kasus korupsi di PT Pos Amuntai, batal datang menjalani pemeriksaan.
 Calon tersangka yang diduga kuat adalah Kepala PT Pos Amuntai berinisial, Her, diinformasikan tidak hadir tanpa alasan, meskipun surat pemanggilan sudah dilayangkan.
 "Entah kenapa yang bersangkutan tidak datang, padahal kita sudah melayangkan surat panggilan untuk bisa datang ke Kejati Kalsel menjalani pemeriksaan, hari ini," ujar Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel Johansyah M SH.
 Dari kabar yang beredar, kemarin itu, telah ada sejumlah dokter dan tenaga medis yang bersiaga di salah satu ruangan Kejati Kalsel. Namun, tidak dijelaskan, keberadaan tenaga medis itu untuk apa.
 Kabar lain menyebutkan bahwa keberadaan tenaga medis adalah untuk berjaga-jaga jika ada peserta briefing yang sakit mendadak ketika mengikuti briefing dari Jaksa Agung. Namun, kabar yang tak kalah kuatnya menyebutkan kalau tenaga medis itu disiapkan untuk memeriksa kesehatan calon tersangka kasus korupsi PT Pos Amuntai.
 Biasanya, tenaga medis memeriksa kesehatan tersangka, sebagai prosedur sebelum tersangka menjalani penahanan. Isu yang deras berhembus, calon tersangka bakal dijadikan tersangka dan langsung ditahan. Benar tidaknya kabar angin itu tidak mendapat tanggapan atau konfirmasi resmi dari Kejati Kalsel. 
 Kejati Kalsel sudah meningkatkan status penyelidikan kasus korupsi PT Pos Amuntai ke penyidikan. Kasus ini sendiri diduga merugikan keuangan negara lebih dari Rp3 miliar.
 Senin (13/4) lalu, penyidik menghadirkan seorang pejabat PT Pos, yakni Satuan Internal Pos Pusat, Darkuni Saleh untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
 Darkuni adalah pejabat yang terlibat dalam pemeriksaan internal di Pos Amuntai pada Juni 2008 lalu, sehubungan ditemukannya kejanggalan dalam penggunaan dana instansi itu untuk bisnis yang tidak lazim, yakni trading batubara.
 Darkuni diperiksa di ruang Kasi Penyidikan Kejati Kalsel, Agus Suroto SH. Kepada wartawan, Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Johansyah SH didampingi Agus menerangkan, keterangan Darkuni sangat diperlukan penyidik, mengingat saksi diperkirakan mengetahui adanya kejanggalan di Pos Amuntai, sehubungan saksi pernah mengadakan pemeriksaan internal pada Pos Amuntai.
 Sebelumnya lagi, Senin (6/4), tercatat ada tiga orang karyawan PT Pos Amuntai yang dimintai keterangan di Kejati Kalsel. Mereka adalah Manajer Keuangan PT Pos Amuntai Fahmi Amrozi, Asisten Manajer Keuangan Bidang Akuntansi Budi Santoso dan petugas loketnya, Yudianur.
 Karyawan PT Pos Amuntai diundang untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi di PT Pos Amuntai. 
 Modus penyimpangan dana, mirip dan serupa dengan kasus yang terjadi pada Pos Logistik PT Pos Banjarbaru, di mana dana perusahaan disimpangkan untuk bisnis angkutan batubara yang pada akhirnya justru merugikan perusahaan milik negara tersebut.
 "Dana dipakai untuk bisnis angkutan batubara (trading), namun dana itu tidak kembali lagi ke kas perusahaan yang notabene dana itu adalah milik negara," cetusnya. adi



No comments: