Wednesday, April 8, 2009

Kasus Proyek Sapi Disnak Kalsel - Polda Ketinggalan "Jauh" - Kasat Tipikor Cuma Bisa Senyum Getir

BANJARMASIN - Meski kasus sewa mobil fiktif di Dinas Peternakan (Disnak) Kalsel lebih belakangan ketimbang dugaan mark-up pengadaan sapi di instansi yang sama, namun justru kasus angkutan fiktif yang sudah semakin terang bahkan ada tiga tersangkanya.
 Yang mengungkapnya adalah Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru. Menurut Kajari-nya, Said Muhammad SH MH, ketiga tersangka kasus yang diduga merugikan negara Rp190 miliar itu adalah Kadisnak Kalsel, Ir Mas, dan dua bawahannya, pelaksana kegiatan, Ir Sul, dan pelaksana lapangan, Nop.
 Ketiga tersangka dijerat penyidik dengan pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.
 Menurut Said, proyek tersebut memang dianggarkan dan diprogramkan, namun sama sekali tidak dilaksanakan. Memang, tersangka sempat mengembalikan lagi dana yang diambil itu ke kas daerah. Namun, hal itu sebagaimana diatur pasal 4 UU Tipikor, tidak serta merta menghilangkan atau menghapuskan tindak pidananya," ujarnya.
 Sebaliknya, kasus dugaan mark-up sapi yang sudah dahulu mengemuka yang ditangani Sat III Tipikor Dit Reskrim Polda Kalsel, sampai sekarang justru tidak jelas bagaimana hasilnya.
 Padahal, sejumlah pegawai yang diduga terlibat dalam proyek tersebut pernah dimintai keterangan oleh polisi. Kasat III Tipikor AKBP Slamet bahkan dua bulan lalu pernah berjanji akan membuka lagi kasus ini dengan catatan ada bukti baru.
 Namun, sampai sekarang, bagaimana kelanjutan kasus tersebut belum terang juga. Selasa (7/4) kemarin, Slamet sempat disambangi wartawan yang langsung mempertanyakan perkembangan kasus dugaan mark-up sapi di Disnak Kalsel.
 Hanya saja, Slamet seperti enggan berkomentar banyak dan lebih memilih bergegas meninggalkan kerumunan wartawan. Sambil mengernyitkan dahinya dan tersenyum getir, perwira menengah ini hanya menunjukkan tangannya ke arah ruang kerja Dir Reskrim Kombes Pol Machfud Arifin. 
 Menurut sumber, indikasi kuat bahwa proyek tersebut dilakukan sendiri oleh oknum Disnak Kalsel adanya dokumen pengiriman sapi tahap I yang dilakukan CV KUM3 sebanyak 620 ekor tanggal 10 Agustus 2007 tertulis penerima pesanan adalah H Tab, bukan pemenang tender.
 Bukti kuat lain proyek ini dikerjakan oleh pegawai Disnak Kalsel, lanjut sumber, adalah temuan berupa slip pengiriman uang via transfer antar bank sebesar Rp300 juta yang dilakukan H Tab dan ditujukan kepada Direktur CV Amanah tanggal 16 Agustus 2007 melalui bank BPD Cabang Banjarbaru dan diterima Bank Mandiri Cabang Mataram dengan nomor rekening 0041142663.
 Dirincikan sumber pula, proyek yang dikerjakan sendiri oleh Disnak Kalsel ini diduga ada mark-up, diperhitungkan harga pembelian bibit sapi Bali betina langsung dari NTB sebesar Rp3.150.000 per ekor dikalikan 1.890 ekor hasilnya Rp5,9 miliar lebih. Kemudian, harga pembelian sapi kualitas bibit unggul dari Jawa Timur sebesar Rp3.750.000 per ekor dikalikan 267 ekor hasilnya Rp990 juta sehingga dana total pembelian sapi Bali dan PO yang harus keluarkan Disnak adalah sebesar Rp6,9 miliar lebih.  
 Sinyalemen pengiriman uang dilakukan sendiri oleh Tab, bawahan Kadisnak Kalsel, Mas dibenarkan juga oleh salah satu penyidik Sat III Tipikor.
 Disinggung informasi dari sumber bahwa H Tab mengirim uang ratusan juta rupiah kepada perusahaan penyedia sapi di Mataram, dari BPD Cabang Banjarbaru ke Bank Mandiri Cabang Mataram, NTB, dikatakan bawahan Slamet, H Tab mengakui hal itu dengan alasan bahwa hal itu dilakukan hanya kebetulan saja, karena antara H Tab dengan orang tersebut adalah teman lama dan sudah saling kenal. adi



No comments: