Monday, April 20, 2009

Kasus Bayi Dibuang Di Gambut Keterangan Saksi Ahli Diteliti

BANJARMASIN - Sampai sekarang, kasus pembuangan bayi oleh pasangan mahasiswa TM dan RM di halte dekat kuburan umum Jl A Yani Km 15,200 Gambut, Kabupaten Banjar, 29 November 2008 lalu belum tuntas. Kejari Martapura masih melakukan penelitian berkas yang dikirimkan penyidik Polsek Gambut Resort Banjar.
 Berkas yang diteliti itu adalah keterangan saksi ahli dari Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kalsel. Diperkirakan, akhir bulan ini atau paling lambat awal Mei, kasus tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Martapura.
 "Pihak penyidik memang sudah memenuhi petunjuk yang kita minta dalam P-19. Mengenai keterangan saksi ahli dari KPA itu masih kita teliti dahulu. Pasalnya, kasusnya ini tidak sederhana, karena apakah memang membuat sengsara atau hanya menelantarkan atau bagaimana, perlu ketelitian," ujar Kasi Pidum Kejari Martapura, Hariyanto SH, Minggu (19/4).
 Namun, untuk sementara, kasus pembuangan bayi tersebut bisa dikenakan pasal 304 atau 307 KUHP, karena berkaitan menelantarkan orang lain yang mestinya dalam perlindungannya. Selain itu, pasal yang diatur dalam UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 Disinggung kenapa kasusnya lama dan berlarut-larut, Hariyanto mengatakan bahwa pihaknya mesti cermat dalam melengkapi berkas, sehingga ketika di persidangan, tersangka tidak bisa lepas lagi.
 Diakuinya, dua tersangka, yakni TM dan RM yang terakhir tercatat sebagai mahasiswa di IAIN Antasari Banjarmasin ini, tidak lagi ditahan. "Dia ditangguhkan penahanannya dengan jaminan keluarganya. Lagipula kalau ditahan terus, juga kelamaan, kan kasusnya, November 2008," bebernya. 
 Temuan bayi laki-laki di halte depan kuburan umum di Jl A Yani Km 15,200 Gambut, Sabtu 29 November 2008 dinihari lalu sempat menggegerkan warga Gambut. 
 Ironisnya, ketika polisi dari Polsek Gambut berhasil menangkap pelakunya, 16 Desember 2008, ternyata tersangkanya adalah ayah dan ibu si bayi sendiri. Bahkan, tersangka RM (19) dan TM (21), keduanya masih tercatat mahasiswa dan mahasiswi semester III Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Jl A Yani Km 4 Banjarmasin.
 Si laki-laki, RM dan si wanita TM berhasil diciduk begitu keluar dari sebuah warung makan di kawasan Jl Manunggal Bina Brata, tak jauh dari kampus keduanya.
 Kanit Reskrim Polsek Gambut Brigadir Purnoto SH mewakili Kapolsek Gambut AKP Jumberi, kala itu mengatakan, tindakan tersangka bisa dikenakan pasal 77 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman tujuh tahun serta pasal 307 dan 308 KUHP tentang menelantarkan orang yang membutuhkan pertolongan dengan ancaman hukuman lima tahun.
 Mengingat tingginya ancaman hukuman pelanggaran hukum oleh pasutri yang menikah Agustus 2008 ini, maka keduanya dimasukkan ke dalam sel. Diduga, kedua pasutri yang sama-sama warga Jorong Kabupaten Tanah Laut itu tak sanggup menghidupi bayi mereka sehingga tega membuangnya. Alasan lain, kemungkinan karena malu sebab keduanya masih berstatus mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Tarbiya IAIN Antasari.
 Diduga juga, bayi ini hasil hubungan terlarang dan dikandung sebelum memasuki pernikahan. Pasalnya, mereka menikah Agustus 2008 di Jorong, sedangkan bayi itu lahir sekitar 26 November 2008 dinihari di rumah sakit Sari Mulia Jl P Antasari Banjarmasin. adi



No comments: