Tuesday, April 7, 2009

Kasat Narkoba Diisukan "86-kan" Kasus Bid Propam Janji Selidiki

BANJARMASIN - Beberapa hari belakangan beredar SMS gelap dari seseorang yang mengaku dari anggota Sat Narkoba Poltabes Banjarmasin. SMS berisi dugaan keterlibatan Kasat Narkoba Poltabes Banjarmasin AKP Rif melakukan "86" dua kasus narkoba hasil tangkapan kesatuannya.
 Alhasil, SMS tersebut langsung mendapat respon dari Bid Propam Polda Kalsel. Senin (6/4), Kabid Propam AKBP Kadarusman mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan apakah informasi dalam SMS tersebut benar ataukah tidak.
 "Setiap informasi, sekecil apapun pasti akan kita lakukan penyelidikan terlebih dahulu. SMS itu belum tentu benar, sehingga perlu diselidiki terlebih dahulu," ungkap Kadarusman.
 Dari isu yang beredar itu, seseorang yang mengaku sebagai anggota Sat Narkoba Poltabes Banjarmasin yang tampaknya kecewa dengan kebijakan pimpinannya, Kasat Narkoba Poltabes membeberkan bahwa pada 1 April lalu, ia bersama rekan-rekannya pernah menangkap seorang tersangka kasus sabu sabu. Namun, lanjutnya, tanpa alasan yang jelas, ia dan rekan-rekannya diperintahkan untuk melepas tersangka tersebut.
 Kejadin tersebut sepertinya mengulang pada kejadian sebelumnya, pada 22 Maret lalu, di mana ada tujuh orang tersangka kasus sabu sabu yang ditangkap jajaran Sat Narkoba Poltabes
di Hotel Panorama.
 Keesokannya, atau 23 Maret, orang itu menginformasikan bahwa Kasat melepaskan tiga tersangka tanpa alasan yang jelas. Hanya saja, tindakan yang disinyalir pilih kasih itu mendapat protes keras dari keluarga empat tersangka lainnya.
 Para orangtua empat tersangka lainnya, rupanya sudah berniat melaporkan masalah tersebut, sehingga Kasat buru-buru mengakomodir dengan cara memerintahkan bawahannya untuk merubah sebagian identitas para tersangka, yakni umur sebenarnya, menjadi di bawah umur.  
 Orang yang menyebarkan SMS tersebut bahkan menantang agar dicek ulang kasus tersebut, jika kurang percaya dengan informasi yang disampaikannya itu.
 Kalangan pers yang bertugas di Poltabes Banjarmasin memang sebulan lebih terpaksa tidak melakukan liputan di Sat Narkoba Poltabes Banjarmasin, akibat kecewa dengan sikap arogansi Kasat Narkoba Poltabes.
 Menurut para wartawan di sana, Kasat Narkoba Poltabes sempat memarahi para wartawan dan mengeluarkan kalimat yang seolah-olah mengecilkan peranan wartawan.
 Alhasil, para wartawan bersepakat untuk sementara waktu memboikot peliputan di Sat Narkoba Poltabes, sampai pimpinan kesatuan itu merubah sikapnya dan lebih menghargai wartawan.
 Namun, aksi boikot wartawan tersebut diduga bukan malah menyadarkan oknumnya, melainkan diduga justru menjadi kesempatan untuk oknum "bermain" bahkan "me-86-kan" kasus-kasus narkoba. adi
 

Bunyi SMS Gelap Itu:
"Mas sy ang. sat narkoba poltabes. Sy infokan tgl 1 april kami tangkap tsk sabu2, tanpa alasan jelas kami diperintahkan Kasat lepas tsk. Tgl 22 maret lalu kami tangkap 7 org tsk sabu di htl panorama, besoknya kasat lepas 3 tsk tanpa alasan, karna org tua yg lain protes dan mau lapor kasat perintahkan kami rubah umur tsk pada BAP menjadi bawah umur, karna merasa dibantu mrk tdk protes, berkas mau P21. Tlg mas cek sendiri kebenaran sms sy ini, no ini tdk sy pakai lagi. Trima kasih." 



No comments: