Thursday, April 9, 2009

Dibebaskan, Dicari Lagi

BANJARMASIN - Aneh-aneh saja Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel. Tindakannya seolah-olah kurang profesional. Pada 19 Maret lalu, empat tersangka dilepas dengan alasan pil yang diedarkan tidak terbukti mengandung zat psikotropika. Kini, satu tersangka dimasukkan sel dan tiga lainnya dicari. 
 Diinformasikan, polisi berupaya membuka kasus lagi, dengan alasan pengedar pil ineks marlong tersebut akan dijerat dengan pasal dalam UU Kesehatan.
 Kasat II Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Jimmy Agustus melalui Kanit I-nya AKP Yanto Suparwito, Rabu (8/4) kemarin membenarkan bahwa pihaknya sudah menahan Zai, satu tersangka pil ineks marlong.
 "Memang benar, kita sudah menahan Zai, karena yang bersangkutan diduga keras mengedarkan pil yang bertentangan dengan UU Kesehatan. Tiga tersangka lainnya masih kita cari," terangnya.
 Kembali ditanganinya kasus tersebut memang sempat tak terendus wartawan. Hanya saja, wartawan memperoleh informasi jika satu wanita, Zai dijebloskan ke dalam sel terkait ineks marlong.
 Sebelumnya, Kamis (19/3) lalu, kesatuan tersebut membuat langkah kontroversial dilakukan Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel karena melepaskan empat orang yang diduga jaringan narkoba. Alasannya, Fu, Zai, An dan Hen tidak terbukti mengedarkan ineks.
 50 butir pil berwarna ungu yang sebelumnya diduga ineks, ternyata bukan ineks alias hanya ineks marlong (palsu).
 "Dari pemeriksaan untuk uji kandungan metamfetamine, ternyata 50 butir pil yang diedarkan empat orang tersebut, negatif. Karena tidak terbukti mengandung zat psikotropika, maka keempat orang itu, kami pulangkan," ujar Kanit I Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel AKP Yanto Suparwito mewakili Kasat II AKBP Jimmy Agustus, waktu itu.
 Menurutnya, empat orang tersebut, masing-masing Fu (23), 
warga Jl Antasan Kecil Barat, Zai (35) Jl Jahri Saleh RT 24, An
(24), warga Jl Jembatan Lima Pekapuran dan Hen (23), warga Pekapuran Laut RT 13, tetap dikenai wajib lapor.
 "Kita masih menunggu tes lainnya, siapa tahu dalam pil tersebut terkandung zat lainnya yang terlarang, selain zat psikotropika," tukasnya.
 Ditambahkan, untuk Sup (30), warga Jl Handil Bakti Kompleks Griya Permata Jalur IV, tetap ditahan dan sudah dijadikan tersangka, karena terbukti menyimpan sabu, seberat 1,77 gram di rumahnya.
 Sebagaimana diketahui, Sat II Dit Narkoba menahan lima orang yang diduga sebagai jaringan pengedar narkoba.
 Informasi terhimpun, petugas mendapat informasi kalau Fu dan Zai adalah pengedar ineks yang bisa menerima pesanan. Kemudian, petugas berpakaian preman berpura-pura menjadi pembeli yang berniat membeli 50 butir ineks.
 Setelah terjadi kontak, kemudian Fu yang diduga masih berstatus mahasiswa FKIP Unlam semester IV ini, serta kawan perempuannya, Zai menjanjikan untuk bertransaksi di Jl A Yani Km 8 Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
 Sekitar pukul 15.00 Wita, begitu hendak transaksi, mendadak sejumlah petugas memburu keduanya yang masih berada dalam mobilnya. Benar saja, dari penguasaan Zai, petugas mendapati 50 butir pil diduga ineks warna ungu tanpa logo.
 Akibat terdesak, Fu dan Zai mengakui terus terang, kalau Fuad memperoleh pil tersebut lewat penghubungnya, An dan Hen. 
 An dicokok di rumahnya sendiri di Jl Jembatan Lima Pekapuran, sedangkan Hen dibekuk ketika berada di kawasan Teluk Dalam, sekitar pukul 17.00 Wita. Dari An dan Hen inilah diketahui adanya bandar kecil, Sup. adi



No comments: