Wednesday, April 1, 2009

Bud Masih "Bersiul"

BANJARMASIN - Mungkin, Bud, buronan Dit Narkoba Polda Kalsel atas dugaan kepemilikan 5.154 butir ineks masih saja bisa "bersiul" ketika sedang mandi. Pasalnya, hingga kini, pria yang bekerja sebagai General Manager Bun Pool Jl Sutoyo S Teluk Dalam, masih belum ditemukan dan ditangkap aparat. 
 Sejumlah kalangan memandang pesimis kalau Bud bisa ditangkap polisi. Sebab, boleh jadi, Bud memiliki "rahasia" yang sangat penting soal jaringan narkoba di Banjarmasin. Bahkan, Bud belum tentu sebagai bandar narkoba, karena cuma sebagai karyawan. Mustahil Bud bisa mendatangkan ribuan butir ineks yang harganya lebih dari setengah miliar rupiah itu.
 Meski demikian, polisi masih optimis dan berupaya menangkap Bud. Selasa (31/3), Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Sukirman mengatakan, pihaknya masih berupaya melacak keberadaan Bud.
 Ketika disinggung di mana kira-kira Bud berada, Sukirman enggan membeberkannya kepada para wartawan. "Pokoknya adalah. Satu anggota kita sudah mengincar dan mengikuti keberadaannya," ucapnya.
 Disinggung ada target waktu untuk menangkap Bud, perwira tiga melati ini cuma senyum. "Ya, secepatnyalah akan kita tangkap," janjinya.
 Sementara pihak menyayangkan polisi anti narkoba dari Jakarta, Polda Kalsel serta Poltabes Banjarmasin terlalu longgar menyelidiki kasus paket yang sudah terdeteksi di Bandara Soekarno Hatta berisi benda mencurigakan. Hanya saja, tidak dilakukan "penguncian" sasaran terhadap Bud, yang namanya "malentang" di alamat paket.
 5.145 butir ineks berhasil diungkap pada Jumat (25/3) ketika sebuah paket yang dilamatkan kepada Bud, Buntoso Pool Jl Sutoyo S diterima oleh staf setempat berinisial, Rok. Pemilik Bun Pool yang juga owner THM Sphinx dan Karaoke Dun Fe turut diperiksa, meski sebatas saksi.
Sabu 5 gram
 Sementara itu, Senin (30/3) sekitar pukul 21.30 Wita, Mar (34), ditangkap Sat II Dit Narkoba Polda Kalsel menyusul kedapatan membawa sekantong besar sabu dengan berat kotor 5,07 gram atau berat bersih 4,87 gram di dalam helmnya, di tepi Jl Teluk Tiram Darat Kelurahan Telawang.
 Pria yang tidak lulus SD ini awalnya diinformasikan membawa sabu. Kemudian, petugas yang mendapat informasi itu bergerak dan mencegat pemuda ini ketika sedang menjalankan sepeda motornya.
 Benar saja, setelah digeledah di sekujur badannya, termasuk sepeda motor dan helmnya, ternyata ada sabu dalam helm. Mar bersikukuh kalau sabu itu hanya untuk dipakai sendiri. Namun, penyidik berasumsi, tidak mungkin Mar memakai sendiri, melainkan untuk diedarkan, mengingat jumlahnya yang cukup besar.
 Warga Jl Pekapuran Raya Gg Melati 3 RT 20 No 98 Banjarmasin Timur ini mengaku kalau mendapat sabu dri seseorang bernama Misrun, warga Tanjung Berkat.
 Kasat II Dit Narkoba AKBP Jimmy Agustus mengatakan, kasus tersebut masih dikembangkan untuk membekuk pemilik asal sabu.
 Sementara itu, pada Senin (30/3) itu juga sekitar pukul 15.30 Wita, petugas menangkap Can (23), warga Jl KS Tubun gg Sekeluarga II RT 2. Ia ditangkap tidak jauh dari rumahnya karena kedapatan membawa 22 butir ineks marlong. Ineks yang dibeli Can dari Indra seharga Rp15.000/butir itu rencananya akan dijual kembali kepada pengedar seharga Rp30.000/butir. adi



No comments: