Wednesday, April 22, 2009

Akpol Kembali Ke Lulusan SMA


BANJARMASIN - Lain pimpinan lain kebijakan. Pada 2007, Akademi Kepolisian (Akpol) mensyaratkan lulusan S-1 (sarjana) untuk mengikuti seleksi masuk Akpol. Tahun 2009 ini, ketika pucuk pimpinan Polri di tangan Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri (BHD), untuk masuk Akpol cukup berijazah SMA atau sederajat.
 Meski terkesan mundur lagi, sebenarnya Jenderal BHD melakukan reformasi yang dianggap penting, sebab hal itu untuk menambah personil polisi di Indonesia yang memang masih kurang jika dibanding rasio jumlah penduduk.
 "Di Jabar saja, rasio penduduk dibanding jumlah polisi adalah 1.000 berbanding satu. Artinya, seorang polisi mesti mengayomi dan melayani 1.000 penduduk. Idealnya, sebagaimana negara yang sudah maju, satu orang polisi berbanding 100 atau setidaknya 200 warga," jelas Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Puguh Raharjo SIP, Selasa (21/4) kemarin.
 Menurut Puguh yang baru saja mengikuti briefing jarak jauh Kapolri melalui telekonferensi di ruang kerja Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab, langkah strategis Kapolri diantaranya adalah penerimaan calon perwira dan bintara sekitar Juli dan Agustus mendatang.
 "Diharapkan penerimaan calon perwira dan bintara itu bisa menambah personil, tidak hanya dari segi kuantitas, melainkan juga kualitas SDM-nya. Meski persyaratan ikut seleksi masuk Akpol kembali lagi berijazah SMA, namun bagi para sarjana S-1 maupun S-2 tetap diberi porsi yang cukup," ucapnya.
 Polri menargetkan, tahun ini ada 200 calon perwira melalui Akpol, sedangkan perwira dari jalur S-1 dan S-2 ditargetkan minimal 100 orang, melalui Sekolah Inspektur.
 "Tentu saja, lamanya pendidikan bagi calon perwira di Akpol dan Sekolah Inspektur ini berbeda. Jika di Akpol, calon perwira yang lulusan SMA didika selama tiga tahun, maka bagi sarjana di Sekolah Inspektur, cukup melakoni pendidikan selama enam bulan," imbuhnya.
 Di samping itu, bagi sarjana S-1 maupun S-2 yang kebetulan sudah berumah tangga, tidak dibatasi, sebab Polri menyiapkan jalur khusus bagi para sarjana yang sudah berumah tangga, namun ingin menjadi polisi yang baik itu, yakni Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS).
 "Sarjana yang sudah nikah, tetap boleh ikut seleksi menjadi calon perwira, dengan mengikuti jalur khusus, PPSS. Di jalur PPSS ini kalau tidak keliru, dicari 60 sampai 90 orang. Ini semua demi meningkatkan kualitas Polri di masa ini maupun akan datang," bebernya.
 Polri dalam tahun ini juga membuka kesempatan bagi warga yang sudah lulus SMA dan sederajat untuk mengikuti seleksi masuk calon bintara, di mana target penerimaan mencapai 5.000 orang.
 Puguh memastikan bahwa penerimaan calon perwira maupun bintara tidak ada lagi istilah peserta titipan atau masuk lewat suap. "Polri benar-benar ingin berubah ke arah yang lebih baik, untuk menciptakan personil yang jujur, profesional dan berintegritas. Namun, seluruh komponen masyarakat tetap kita harapkan agar ikut mengawasi proses penerimaan ini," harapnya. adi

















2 comments:

Anonymous said...

"" Puguh memastikan bahwa penerimaan calon perwira maupun bintara tidak ada lagi istilah peserta titipan atau masuk lewat suap. "Polri benar-benar ingin berubah ke arah yang lebih baik, untuk menciptakan personil yang jujur, profesional dan berintegritas. Namun, seluruh komponen masyarakat tetap kita harapkan agar ikut mengawasi proses penerimaan ini," harapnya. adi ""
Semoga saj aitu benar......AMIn...

budi said...

chip dah...smoga tahun depan aku bisa masuk....minta doanya,,ok