Tuesday, March 31, 2009

Wacana Badan Narkotika Turut Menyidik

BANJARMASIN - Belum optimalnya penanganan kasus narkoba di Tanah Air, memunculkan wacana agar Badan Narkotika Nasional (BNN), BNP dan BNK turut diberi wewenang bisa melakukan penangkapan, pemberkasan dan penyidikan terhadap pengedar narkoba.
 Kabar lain menyebutkan, DPR RI sedang menggarap RUU tentang hal tersebut. Jika hal ini benar terwujud, maka selain polisi, maka BNN, BNP dan BNK juga akan lebih berperan dalam pemberantasan narkoba. Selama ini, memang badan tersebut hanya sekadar membantu dalam mengkampanyekan dan mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada generasi muda.
 Disinggung adanya wacana tersebut Kalahar BNP Kalsel, Syahbani mengatakan bahwa pihaknya baru mendengar wacana tersebut. "Kami berprinsip, akan menjalankan segala aturan yang sudah digariskan. Jika amanat UU mengharuskan badan ini untuk lebih berperan, kita tentu akan siap," jelasnya.
 Menurutnya, kalau ada landasan hukumnya, pihaknya akan selalu komitmen menuruti aturan. Bahkan, lanjutnya, tidak akan muncul benturan-benturan jika aturan tersebut memang menjadi kenyataan.
 Pasalnya, permasalahan peredaran narkoba memang memerlukan peranan dari segenap komponen. "Kan anggota BNP tidak mesti dari polisi, bisa juga dari birokrat, LSM bahkan wartawan yang memang konsern terhadap upaya pemerantasan peredaran narkoba," ucapnya memberi alasan.
 Salah satu bentuk upaya memberdayakan BNP, pihaknya sudah membentuk BNK di setiap kabupaten di Kalsel. "Tinggal bagaimana lebih memajukan peranan masing-masing BNK. Satgas-satgas dalam BNP juga sudah ada, seperti satgas penindakan, satgas psikotropika, ropen (penerangan) juga sudah ada," jelasnya.
 Ditambahkan Rosehan, yang juga Wagub Kalsel, ada perbedaan antara pengedar dengan pemakai yang sudah kecanduan. Bagi pengedar, tentu tidak akan ada keringanan, namun bagi pecandu narkoba diharapkan untuk melaporkan diri ke aparat.
 "Boleh ke polisi, bisa juga ke BNP atau BNK terdekat. Jangan takut, karena bagi pecandu narkoba akan kita bantu menyembuhkan kecanduannya. Bisa dikirimkan ke Lido milik BNN. Pengobatan dan terapi tidak dipungut biaya alias gratis. Pecandu ini adalah korban, sehingga identitasnya akan kita amankan, supaya tidak malu," tandasnya. adi




No comments: