Tuesday, March 31, 2009

Temuan 5.000 Ineks General Manager Bun Pool Masuk DPO

BANJARMASIN - Meski sudah diupayakan pemanggilan secara persuasif melalui keluarganya, ternyata Bud, General Manager Bun Pool, Jl Sutoyo S Teluk Dalam, Banjarmasin Barat, tidak juga datang. Akhirnya, Dit Narkoba Polda Kalsel menetapkan pria tersebut masuk daftar pencarian orang (DPO) alias sebagai buronan.
 Kamis (26/3), Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Sukirman membenarkan kalau pihaknya sudah memasukkan Bud ke dalam DPO. Kini, sejumlah anggota disebar untuk mencari sekaligus memburu keberadaan bawahan, Benny Buntoso, pemilik Bun Pool. "Yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai DPO," ungkap Sukirman, kemarin.
 Polisi mulanya sudah mencurigai Bud ada kaitannya dengan paket berisi 5.000 butir lebih ineks yang dikirimkan pengirim misterius ke Bun Pool atas nama Bud. Pasalnya, sejak temuan Jumat (20/3) lalu, Bud justru menghilang tak tahu rimbanya.
 Bahkan, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab pun beberapa waktu lalu pernah menyinggung tentang Bud, warga Jl Tembus Mantuil Gg Raya Indah Kelayan Selatan. Menurut orang nomor satu di kepolisian Kalsel ini, kalau memang tidak merasa bersalah atau terlibat dengan ribuan ineks tersebut, kenapa Bud mesti menghilang.
 Sebelumnya, pada Rabu (25/3) lalu, pengusaha muda yang juga owner Bun Pool, Benny Buntoso memenuhi panggilan penyidik. Benny yang didampingi pengacaranya, Fauzan Ramon SH dimintai keterangan tak kurang dari satu jam, mulai pukul 10.00 sampai pukul 11.00 Wita.
 Ketika keluar dari ruang penyidik, Benny enggan berkomentar. Ia hanya mempersilakan wartawan untuk mewawancarai pengacaranya. Fauzan kemudian membenarkan kalau kliennya itu datang ke penyidik sebagai saksi.
 "Pak Benny sama sekali tidak mengetahui tentang paket tersebut apalagi isinya. Adanya paket tersebut yang diterima salah satu karyawan Bun Pool, benar-benar di luar pengetahuan beliau," tukasnya.
 Sampai saat ini, penyidik baru menetapkan satu tersangka dalam kasus paket ineks bernilai Rp500 juta lebih itu, yakni penerima paket, Rik alias Rok. Fauzan pada mulanya sempat menyebutkan bahwa ada konspirasi dari pesaing bisnis Benny yang berupaya menjatuhkan bisnis Benny.
 Hanya saja, asumsi tersebut sulit diakui kebenarannya, karena hampir mustahil pesaing bisnis Bun Pool sampai mau membuang percuma uang Rp500 juta lebih kalau hanya sekedar menjatuhkan nama Benny.
 Selain itu, asumsi penyidik yang mengatakan bahwa dalam suatu perusahaan pihak yang bertanggung jawab biasanya general manager, bukan pemilik, juga tidak sepenuhnya benar.
 Pasalnya, dalam kasus penambangan ilegal, penyidik Polda Kalsel pun tidak menetapkan General Manager PT BCMP sebagai tersangka, melainkan justru owner dan Presdir PT BCMP yang dijadikan tersangka. 
 Kecurigaan aparat Dit Narkoba Polda Kalsel bahwa arena biliar, Bun Pool di Jl Sutoyo S Teluk Dalam, Banjarmasin Barat menjadi salah satu tempat peredaran narkoba mungkin ada benarnya. Buktinya, aparat gabungan Sat I dan Sat II Dit Narkoba berhasil membongkar pengiriman paket berisi sekitar 5.000 butir ineks di arena tersebut, Jumat (20/3) menjelang Maghrib.
 Penerima paketan barang haram tersebut, Rok, salah satu staf Bun Pool, tertangkap tangan oleh petugas ketika sedang menerima paketan tersebut dari seorang karyawan jasa pengiriman.
 Di paket berbentuk kotak besar tersebut tertulis nama dan alamat calon penerima, yakni Pak Bud, Buntoso Pool Jl Sutoyo S No 1 RT 24 Banjarmasin. adi



No comments: