Tuesday, March 31, 2009

Temuan 5.000 Ineks Arena Biliar Bun Digeledah

BANJARMASIN - Dir Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Sukirman memenuhi janjinya untuk melakukan penggeledahan tahap dua di arena biliar Bun Pool, Jl Sutoyo S No 1 RT 24 Teluk Dalam, Banjarmasin Barat. Selasa (24/3) siang, aparat gabungan dari Dit Narkoba Polda Kalsel dan Sat Narkoba Poltabes Banjarmasin melakukan penggeledahan di bangunan tiga lantai arena tersebut.
 Dalam penggeledahan yang sudah memperoleh izin dari Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin itu, setidaknya melibatkan tidak kurang dari 20-an anggota yang dikomando oleh Kasat I Dit Narkoba Polda Kalsel AKBP Made Wijana.
  Sejumlah aparat ada yang memeriksa dan menyisir lantai satu, sebagian di lantai dua dan sebagian lagi di lantai tiga. Kamar kecil tiap lantai juga ditelisik, begitu juga seluruh meja biliar, tidak ketinggalan disisir.
 Tak ketinggalan, sebuah ruang kerja yang disinyalir adalah ruangan yang kerap dipakai Bud, General Manager Bun Pool bekerja, juga menjadi fokus penyisiran oleh aparat. Bahkan, kulkas termasuk meja kerja juga turut digeledah guna mencari barang bukti lain yang diduga masih ada, selain ineks dalam paket yang dialamatkan ke arena biliar tersebut.
 Hanya saja, dari sekitar dua jam lamanya penggeledahan ulang yang disaksikan juga oleh pemilik Bun Pool, Benny Buntoso dan pengacara Fauzan Ramon SH tersebut, petugas tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan, apalagi barang berupa ineks atau sabu.
 Selepas itu, polisi pun balik kanan meninggalkan arena biliar yang bagian pintunya saat itu masih melekat pita kuning tanda garis polisi. Namun, sebelum pergi, police line dilepas, sehingga Bun Pool pun secara harfiah berarti diperbolehkan beroperasi kembali. 
 Kepada Mata Banua, Dir Narkoba Kombes Pol Sukirman mengatakan, penggeledahan yang dilakukan bekerja sama dengan Sat Narkoba Poltabes Banjarmasin di Bun Pool tidak menemukan barang bukti lain, seperti ineks atau sabu.
 Penggeledahan itu sendiri dimaksudkan untuk mencari barang bukti lain yang mungkin saja masih ada di arena tersebut. "Dalam geledah ulang ini kita tidak menemukan ineks atau sabu. Dengan demikian, police line kita buka dan Bun Pool kita kembalikan kepada pemiliknya," tukasnya.
 Sukirman menambahkan, hingga saat ini, Bud, belum diketahui keberadaannya. Namun, surat pemanggilan sudah dilayangkan melalui keluarganya. Ia berharap, Bud bisa datang memberi keterangan. "Besok (hari ini), sesuai jadwal, pemilik Bun Pool, Benny Buntoso kita panggil. Kita berharap ia bisa hadir memenuhi panggilan kita," paparnya.
 Sementara itu, Benny Buntoso mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui isi paket yang ternyata berisi 5.000 lebih butir ineks warna kuning logo "Kangguru". Bahkan, Benny mengatakan, alamat yang tertera sebenarnya bukan alamat Bun Pool.
 "Kami memang menerima barang namun tidak tahu isinya. sedangkan tujuan alamat paket itu salah. Alamat Bun Pool kami ini ada di RT 17," tukasnya.
 Ia mengakui, ada anggapan miring terkait keberadaan Bun Pool yang diisukan tidak sepi dari kasus narkoba. "Jangan sampai ada anggapan miring, di sini sering terjadi penggeledahan narkoba. Sebenarnya bahwa itu terjadi di luar lingkungan Bun, Dan baru ini saja terjadi itupun tanpa diketahui kami. Sebab, kiriman yang kami terima, bersamaan dengan kiriman yang kami pesan, seperi mi dan rokok," kilahnya.
 Hanya saja, jawaban Benny cukup meragukan, karena dalam paket tertera nama Bud, bawahannya, serta nama arena biliar Bun Pool. Selain itu, untuk mendatangkan mie serta rokok, sebenarnya tidak perlu melalui paketan, karena masih bisa dibeli di toko besar di Banjarmasin.
 Begitu pula ketika dikejar pertanyaan, kalau Benny yakin Bud bukan sebagai pemilik narkoba, kenapa hingga sekarang justru menghilang, Benny justru kesulitan menjawabnya.
 Sementara, pengacara keluarga Benny, Fauzan Ramon mengatakan, dirinya curiga kalau ada aroma persaingan bisnis rumah biliar dalam kasus tersebut. 
 Hanya saja, jawaban Fauzan terkesan kurang beralasan, mengingat mustahil pengusaha lain hendak meruntuhkan Bun Pool dengan membuang dana setengah miliar rupiah dari nilai 5.000-an butir ineks tersebut. adi/ris



No comments: