Tuesday, March 31, 2009

Penyidik Bersaksi Jumat Depan

BANJARMASIN - Penyidik Polda Kalsel diperkirakan akan dihadirkan sebagai saksi perkara illegal mining dengan terdakwa H Amir H Nasruddin, Jumat (3/4) mendatang. Sementara Rabu (1/4) besok, persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin masih memeriksa saksi lainnya.
 Dari keterangan Purnomo Amin SH, salah satu hakim anggota persidangan tersebut menerangkan. Dari jadwal yang ada, pihaknya masih akan memeriksa saksi-saksi. "Rabu ini masih saksi di seputar tambang. Baru pada Jumat (3/4) akan memeriksa saksi dari penyidik," ujarnya.
 Dalam BAP, ada empat saksi dari penyidik Polda Kalsel, sedangkan dari saksi ahli ada lima orang.
 Mengomentari tentang saksi ahli, kuasa hukum H Amir, Jongky SH mengatakan, dalam beberapa persidangan sebelumnya, ada saksi yang seolah-olah sebagai saksi ahli. "Padahal, dalam aturan KUHAP, saksi adalah menerangkan fakta-fakta yang ia temui, ia lihat dan ia dengar. Jadi, saksi hanya menerangkan sepanjang apa yang ia ketahui berkaitan dengan tindak pidana, bukan lantas menjustifikasi bahwa ini salah ini benar," ujarnya.
 Ia mengkritik saksi dari Dinas Kehutanan (Kalsel) Kalsel yang langsung menerangkan bahwa PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP) telah menambang di areal HTI milik Kodeco. "Bagaimana dia bisa mengatakan demikian kalau tidak ada data atau sandarannya. Dia tahu Kepmenhut No 253/Kpts-II/1998 juga seminggu sebelum sidang," tukasnya.
 Menurutnya, seandainya petugas dari Dishut Kalsel benar-benar melakukan penelitian ke lapangan secara independen, tidak berdasar permintaan penyidik Polda Kalsel, maka areal PT BCMP sebenarnya di luar kawasan hutan, apalagi HPHTI yang diklaim Kodeco sebagai lahannya.
 "Terkait saksi ahli, mereka nanti hanya akan menerangkan seputar tugas dan keahliannya. Jika itu ahli pengukuran maka saksi ahli akan menerangkan bagaimana teknis pengukuran. Pendeknya, ia menerangkan sesuatu yang belum jelas bagi hakim, bukan untuk menjustifikasi," paparnya.
 Sementara itu, da;am sidang Senin (30/3) kemarin, ada dua saksi yang hadir dari puluhan saksi yang dipanggil. Saksi pertama, Nazar, warga Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Ia menerangkan bahwa benar telah menyewakan sebuah dozer kepada SSA, perusahaan yang memiliki Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT BCMP.
 Hanya saja, ia mengakui kalau tidak pernah melihat langsung SPK dari BCMP kepada SSA itu. "Saya hanya mendengar dari orang-orang saja. Saya juga melihat aktivitas SSA yang menurut orang yang menyewa alat kami, bekerja di areal tambang BCMP di Desa Serongga," ujarnya.
 Sementara itu, saksi kedua, Syamsir Rahmatullah, Direktur CV Pundi Mandiri mengatakan, pihaknya menyewakan dua eksavator kepada PT Oktasan. "Alat itu kami sewakan kepada PT Oktasan yang menambang di Desa Serongga, Kotabaru," tukasnya.
 Ia membenarkan sebelum areal kerja Oktasan, ada sejumlah perusahaan lain yang menambang di kiri kanan jalan dari jalan raya menuju lokasi Oktasan yang menurutnya bekerja di bawah BCMP. adi



No comments: