Tuesday, March 3, 2009

Layanan Simpatik Di Samsat

BANJARMASIN - Meski melayani hampir 1.000 orang dalam sehari, namun pihak Samsat Banjarmasin tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal yang simpatik. Bahkan, kemarin, dalam rangka Operasi Simpatik Intan 2009, para wajib pajak memperoleh souvenir dari petugas loket.
 Jumat (27/2), Kanit STNK Samsat Banjarmasin, Kompol Ino Harianto melakukan lounching pelayanan simpatik kepada para wajib pajak. Para wajib pajak yang mengurus berkas STNK baru, maupun perpanjangan STNK, dihadiahi souvenir berupa kalender lux serta brosur mekanisme pelayanan Samsat Banjarmasin.
 "Souvenir ini sebagai tanda terima kasih kepada wajib pajak atas kesadarannya membayar pajak kendaraan bermotornya. Mudah-mudahan, pelayanan simpatik ini semakin meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan bermotornya secara sendiri, tidak menggunakan calo," paparnya.
 Dalam brosur mekanisme pelayanan pajak, diuraikan persyaratan baik untuk STNK baru maupun perpanjangan STNK. "Caranya mudah dan sudah diupayakan sesingkat mungkin. Apalagi kita sudah memangkas birokrasi pelayanan. Nah, dengan begitu, masyarakat lebih percaya bahwa pelayanan ini cukup mudah dan tidak perlu sampai menggunakan jasa calo," cetusnya.
 Kenyamanan wajib pajak, lanjutnya, tetap diutamakan dengan jalan menyediakan ruangan ber-AC, dan loket yang lebih sedikit. "Jika pelayanan untuk perpanjangan pajak setahun, paling lama membutuhkan waktu 20 menit, dan jika perpanjangan pajak selama lima tahun, sekitar 180 menit," katanya.
 Dalam sehari, ucapnya, ada sekitar 300 pemohon STNK baru dan 400-600 orang pemohon perpanjangan pajak baik setahun ataupun lima tahun.
 Disinggung mengenai isu sulitnya pengurusan izin mutasi, Ino membantahnya. Menurutnya, jika persyaratan sudah lengkap maka mutasi akan mudah diurus.
 "Memang untuk mutasi, kita mesti konfirmasi dengan Samsat daerah asal kendaraan. Ini dibutuhkan untuk memastikan bahwa kendaraan tersebut bukan hasil kejahatan," imbuhnya.
 Demikian juga jika nomor rangka atau mesin mengalami rusak kemudian hendak diubah, maka pemohon tinggal melampirkan berita acara penggantian, baik dari pabrikan, jika beli sasis yang baru, atau keterangan dari penjual jika beli sasis bekas.
 "Selain itu, BPKP dan STNK asli, kedua kendaraan yang hendak ditukar dilampirkan. Jangan lupa juga keterangan dari Reskrim setempat, agar dipastikan bahwa pertukaran itu sah dan bukan hasil kejahatan. Mudah kan," ucapnya. adi



No comments: