Tuesday, March 31, 2009

Korupsi Rp28 M Di Pos Logistik Bos 10 Tahun, Anak Buah 4 Tahun

BANJARMASIN - Persidangan tiga terdakwa perkara penyalahgunaan dana Pos Logistik PT Pos Banjarbaru di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru, semakin mendekati babak akhir. Tim JPU, sudah memberi "harga" kepada para terdakwa.
 Besarnya tuntutan JPU yang dikoordinir Thailani M SH, sudah sesuai dengan hasil rencana tuntutan (rentut) yang dibahas di Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta.
 Untuk terdakwa Muhammad Iskandar, Manajer Pos Logistik, JPU menuntut hukuman 10 tahun penjara, sedangkan dua bawahan Iskandar, yakni Burhanuddin (supervisor pemasaran) dan Gusti Mastur (supervisor umum) masing-masing dituntut empat tahun penjara.
 "Pembacaan tuntutan di PN Banjarbaru, sudah dilakukan pekan ini juga. Iskandar dituntut 10 tahun penjara, sedangkan dua bawahannya, masing-masing empat tahun penjara," ujar Kasi Penkum Kejati Kalsel Johansyah M SH, Rabu (25/3) kemarin.
 Menurut Johan, besarnya tuntutan JPU, sudah merupakan hasil pembahasan kasus tersebut di Kejagung RI. "Nilai korupsi mencapai Rp28 miliar lebih, sehingga kasus ini mesti mendapat suvervisi dari Kejagung. Sebagaimana diketahui, korupsi di atas Rp1 miliar, harus diawasi langsung oleh Kejagung," bebernya.
 Selain itu, apa yang telah dilakukan ketiga terdakwa, yakni menyalahgunakan dana yang semestinya untuk jasa transportasi, justru dipakai untuk kegiatan bisnis trading batubara, sudah sangat menyimpang dan merugikan keuangan negara yang sangat besar.
 Sementara itu, untuk berkas tersangka dari pihak pengusaha yang memanfaatkan dana Pos Logistik, masing-masing petinggi PT Tiara Citra Mandiri (TCM), Ufk, PT Citra Persada Energitama (CPE) Nzr, PT Aldarista Global Mineral (AGM) SJ serta PT Regency Logistic Service (RLS) Cah, masih akan diselesaikan dan dilimpahkan. 
 Kerugian negara yang mencapai Rp28 milyar itu sendiri, adalah dana yang dari versi perusahaan adalah dana yang belum terkembalikan ke Pos Logistik. Dari informasi terhimpun, dana yang dianggap penyidik dikorupsi, masing-masing PT TCM sekitar Rp23 milyar, PT CPE sekitar Rp2 milyar, PT AGM sebesar Rp490 juta dan RLS sebesar Rp3,2 milyar.
 Sementara untuk tersangka lain, yakni ARR, Kepala Pos Logistik Pusat serta CRW, Manajer Bisnis Pos Logistik Pusat, berkasnya juga sedang diselesaikan langsung oleh Kejagung. Apakah ada pelimpahan persidangan ke PN Banjarbaru, untuk para tersangka ini masih belum ada keterangan resmi.
Kasus baru
 Sementara itu, kejadian serupa yang terjadi di Pos Logistik PT Pos Banjarbaru, ternyata juga terjadi di Pos Amuntai, HSU. Kejari Amuntai juga telah mengantongi tersangka kasus dana negara digunakan untuk bisnis batubara.
 "Hanya saja, kita belum mengungkapkannya ke publik, karena masih harus menunggu hasil ekspos di Kejati Kalsel. Nanti, kalau sudah diperintahkan untuk dinaikkan status kasus ini ke penyidikan, baru kita ekspos tersangka maupun modus kasusnya," janji Johan. adi



No comments: