Wednesday, March 4, 2009

Kasus Jamu 42 Dos Tak Jelas

BANJARMASIN - Meski minggu pertama Februari lalu, pihak Dit Reskrim Polda Kalsel sudah menjanjikan akan melakukan ekspos setelah pengembangan kasus jamu ilegal sudah terkuak, namun sampai sekarang wartawan belum juga memperoleh informasi resmi.
 Wartawan ngepos di Polda Kalsel sebenarnya sudah beberapa kali mencoba mengkonfirmasi kasus 42 dos jamu ilegal tersebut, namun pihak berkompeten terkesan selalu menghindar dengan alasan pengembangan belum memperoleh titik terang.
 Padahal, penyitaan 42 dos jamu ilegal tersebut sudah terjadi pada minggu pertama Februari lalu. Pada 9 Februari, wartawan sebenarnya berupaya mengkonfirmasi hasil sitaan tersebut. Namun, pejabat terkait sepertinya enggan memberikan keterangan.
 Bahkan, puluhan dos jamu tersebut sempat diabadikan sejumlah wartawan foto ketika diparkir di ruang tengah lantai dua Dit Reskrim Polda Kalsel.
 Namun, karena pejabat terkait saat itu terkesan tidak mau memberikan keterangan, para wartawan saat itu balik kanan. Anehnya, sampai sekarang, meski pernah menjanjikan akan melakukan ekspos kasus tersebut, pejabat terkait di sana belum juga menggelar kasus tersebut.
 "Belum bisa diekspos dulu, karena masih menunggu pengembangan ke asal pabrik jamu yang diduga ilegal tersebut. Nanti, kalau sudah dilakukan pengembangan, baru bisa diekspos," ujar satu pejabat di Dit Reskrim kala itu.
 Para wartawan yang saat itu berniat membantu kesuksesan operasi petugas dalam membongkar jaringan perdagangan jamu palsu, kemudian memaklumi untuk menunggu terlebih dahulu hasil pengembangan aparat.
 Alhasil, setelah hampir sebulan, tak ada juga tanda-tanda petugas melakukan gelar, kasus tersebut diisukan semakin tidak jelas, karena tidak diketahui dari mana jamu-jamu tersebut berasal, dari toko mana saja jamu itu disita, termasuk tersangka kasus tersebut.adi
 



























No comments: