Tuesday, March 31, 2009

Jumpa Pers Kapolda Dari Etika Penyelidikan Sampai Ongkos Pengamanan Kampanye

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel Brigjen Pol Untung S Rajab mengadakan ramah-tamah sekaligus jumpa pers dengan kalangan wartawan pos di Polda Kalsel dan wartawan liputan kriminal di rumah makan D'Cost Banjarmasin, Senin (23/3).
 Ada sejumlah pertanyaan yang disampaikan wartawan kepada Kapolda yang didampingi Wakapolda Kombes Pol Damianus Jackie, Irwasda Kombes Pol Isdiyono, Dir Reskrim Kombes Pol Machfud Arifin, Dir Narkoba Kombes Pol Sukirman, dan Kabid Humas AKBP Puguh Raharjo.
 Misalnya terkait penyelidikan kasus-kasus korupsi di Polda Kalsel yang terkesan diam-diam yang tidak diekspos, sehingga wartawan cukup kesulitan untuk memperoleh informasi tentang kasus korupsi yang sedang ditangani.
 "Memang, kasus korupsi termasuk kasus yang spesifik. Jadi, tidak bisa sembarangan mengusut kasus korupsi, karena harus dilengkapi dengan hasil audit dari BPKP terkait apakah ada kerugian negara, atau ada potensi kerugian negara ataukah tidak ada kerugian negara. Hasil audit menjadi salah satu alat bukti penting," ujar Untung.
 Ditambahkan, kasus korupsi yang masih dalam penyelidikan memang tidak selalu bisa diekspos, mengingat dampak pemberitaan akan berakibat luas bagi orang yang belum tentu bersalah. "Kalau masih tarap penyelidikan sudah diberitakan, justru akan menjadi beban bagi keluarganya. Misalnya, anaknya malu bersekolah. Padahal, belum ada status tersangka. Ini salah satu pertimbangan, kenapa kasus korupsi dalam tingkat penyelidikan, memang tidak mesti dipublikasikan," ujarnya.
 Terkait penyelidikan kasus narkoba, memang kerap terjadi salah paham antara polisi dengan wartawan. "Satu sisi, wartawan ingin cepat memperoleh informasi, sementara akurasi berita menjadi nomor dua, sementara polisi tentu ingin menuntaskan pemeriksaan, sehingga akurat dan melaporkan kepada atasannya. Sebab, bisa jadi, barang bukti yang belum selesai dihitung atau belum akurat, tiba-tiba sudah sampai kepada wartawan dan diberitakan, maka sulit nanti meluruskannya. Bisa-bisa kalau hitungannya tidak akurat, ada prasangka, barang bukti digelapkan aparat. Padahal, hanya kesalahan hitung," paparnya.
 Meski demikian, Kapolda berjanji akan selalu bertindak tegas terhadap pengedar narkoba. Makanya, terkadang, penyelidikan untuk bandar besar, akan memakan waktu, karena harus membongkar jaringan yang sudah rapi. "Bagi anggota yang terlibat pasti akan kita tindak keras," imbuhnya.
 Kapolda juga menambahkan, pihaknya juga komitmen dalam pemberantasan illegal mining maupun logging. "Cuma, dalam pemberantasan kejahatan, kita mesti mengantongi bukti-bukti yang kuat dan konkrit. Kita tidak bisa menindak hanya berdasarkan analisa apalagi hanya sekedar asumsi," paparnya.
 Disinggung sepinya kampanye terbuka kontestas Pemilu Legislatif 2009, apakah terkait mahalnya biasa pengamanan, Kapolda menegaskan bahwa polisi tidak pernah menetapkan tarif bagi kontestan yang akan mengurus izin keramaian atau kampanye.
 "Tidak boleh polisi menetapkan harga untuk izin kampanye. Kalau ada apalagi sampai puluhan juta rupiah, maka hal itu sudah penyimpangan. Laporkan saja ke Irwasda kalau ada praktik seperti itu, sebab itu jelas pelanggaran dan penyimpangan," tegasnya. adi



















  



No comments: