Tuesday, March 3, 2009

Anton Pesan Polisi Banyak Beribadah

BANJARMASIN - Begitu pataka Polda Kalsel diserahkan Irjen Pol. Anton Bachrul Alam kepada Brigjen Pol. Untung S Rajab, maka resmilah Untung menjadi Kapolda Kalsel yang baru.
 Acara serah terima jabatan (sertijab) Kapolda Kalsel yang dihadiri unsur Muspida Kalsel dan tokoh masyarakat dan ulama itu, berlangsung khidmat dan sederhana di halaman dalam Mapolda Kalsel, Rabu (25/2) pagi.
 Anton siangnya masih menyempatkan diri untuk shalat Dzuhur berjamaah dengan Wakapolda Kombes Pol Damianus Jackie, para pejabat utama, aparat, PNS dan jamaah itikaf di Masjid Al Muhtadin.
 Kali ini, Anton langsung menjadi imam shalat berjamaah, memimpin doa dan menyampaikan tausiah yang mungkin terakhir bagi jamaah masjid di Mapolda Kalsel itu.
 Dalam tausiahnya, Anton mengatakan, besarnya suatu bangsa tergantung dari empat hal, yakni pemimpin yang adil, ulama yang amanah menyampaikan ilmu, orang kaya yang suka berzakat, berinfaq dan bersedekah serta rakyat yang suka berusaha dan berdoa.
 Namun, lanjutnya, semua itu mesti terlebih dahulu dilandasi dengan iman yang kokoh kepada Allah. Tanpa iman, maka mustahil pemimpin bisa adil, ulama bisa amanah menyampaikan ilmu, orang kaya bisa berderma dan rakyat pun akan malas berusaha dan doanya belum tentu dikabulkan Allah.
 Ia berpesan agar polisi lebih banyak beribadah dan suka bergaul dengan ulama dan orang shalih, sebab hal itu akan membawa kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 
 "Kalau kita bergaul dengan orang yang tidak benar, maka kita pun kemungkinan besar menjadi orang yang kurang benar dan bisa merugi di akhirat," ujarnya.
  Mengaku sedih
 Kepada wartawan, perwira tersukses di angkatan taruna polisi tahun 1980 ini mengaku sedih karena harus meninggalkan Kalsel, demi mengembang tugas baru sebagai Kapolda Jatim.
 "Saya merasakan bahwa hati ini sudah tertambat di Kalsel, sehingga waktu sembilan bulan lima hari pengabdian di Kalsel terasa masih kurang. Program kita belum selesai dalam membuka rumah sakit iman. Sudah 75 persen aparat kita yang sudah pernah beritikaf, dan tinggal 25 persen lagi yang masih belum. Kita berharap, program ini bisa diteruskan," harapnya.
 Anton memohon doa restu warga Kalsel untuk meninggalkan Kalsel dan menunaikan tugas baru di Jatim. "Mohon dimaafkan jika selama bertugas di sini ada hal-hal dari perbuatan saya yang tidak berkenan di hati masyarakat Kalsel," paparnya.
 Dikatakan, ia sudah menyampaikan tugas penting yang mesti tetap dilanjutkan penerusnya, yakni menjaga perdamaian di perbatasan Tanbu dan Banjar. "Saya katakan bahwa masalah perbatasan biar dituntaskan secara hukum lewat keputusan Mendagri dan masyarakat diharap bisa bekerja sama memelihara situasi dan kondisi di sana tetap kondusif," paparnya.
 Ketika meninggalkan Mapolda Kalsel, Anton beserta istri didampingi Kapolda Kalsel Brigjen Pol. Untung Rajab, menyalami satu persatu anggota maupun PNS Polda Kalsel yang berjejer di sepanjang jalan lingkungan, diiringi deraian puisi dan kesenian sinoman hadrah. adi












  




No comments: