Tuesday, March 31, 2009

Angkutan Fiktif Disnak Kalsel Diselidiki

BANJARMASIN - Cukup banyak rupanya dugaan penyimpangan yang terjadi di Dinas Peternakan (Disnak) Kalsel. Kali ini, Kejari Banjarbaru sedang menyelidiki dugaan penyimpangan alias program fiktif mobilisasi darat di dinas tersebut.
 Jumat (27/3), Kasi Penkum dan Humas Kejati Kalsel, Johansyah M SH mengakui kalau pihak kejaksaan sedang menyelidiki dugaan kegiatan angkutan fiktif di Disnak Kalsel.
 "Kalau masalah mark-up harga sapi, kejaksaan tidak ada menangani. Namun, kalau masalah kegiatan angkutan fiktif, memang sedang sedang diselidiki Kejari Banjarbaru. Coba cek ke sana," ujarnya.
 Senada, Kajari Banjarbaru, M Said SH, mengaku terus-terang jika pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. "Menindaklanjuti adanya dugaan penyimpangan dalam kegiatan angkutan di Disnak Kalsel sebagaimana pernah dimuat di Mata Banua, tim kita memang sedang melakukan penyelidikan tentang kasus tersebut," ucap pria berdarah Arab ini.
  Dikatakan, pihaknya memang beberapa waktu terakhir sudah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang diasumsikan berkaitan dengan kegiatan tersebut.
 Disinggung apakah ada kemungkinan kasus ini ditingkatkan ke penyidikan, Said mengaku akan berupaya secara optimal untuk mengungkap kasus ini. "Kita akan bekerja maksimal, karena sejumlah kasus lain, seperti penanganan kasus Pos Logistik PT Pos Banjarbaru yang berasal dari limpahan Kejagung dan Kejati Kalsel, saat ini juga sedang kita tangani," cetusnya.
 Mengenai kasus lain seperti dugaan mark-up harga sapi pada proyek di Disnak Kalsel, Said mengakui kalau pihaknya tidak menangani. "Kalau tidak salah, kasus ini sudah ditangani Sat Tipikor Polda Kalsel. Ada etika, jika kasus sudah ditangani instansi berwenang lainnya, kita tidak akan tumpang-tindih," ungkapnya. 
 Sebagaimana pernah diberitakan, kegiatan sewa mobil untuk keperluan mobilisasi darat bagi Disnak Kalsel yang diduga fiktif alias dana dicairkan, namun kegiatan tidak dilaksanakan, mencuat.
 Fakta mengenai `orang dalam' alias pegawai setempat sebagai pelaksana kegiatan yang diduga fiktif ini sedikit terkuak dari hasil penelusuran terhadap perusahaan penyedia jasa atau rekanan yang ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan yakni CV Anugerah yang berdomisili di Banjarbaru.
 Sebagaimana diketahui, CV Anugerah merupakan salah satu rekanan dari dua rekanan yang menjalin kerjasama dengan Disnak Kalsel dalam proyek sewa mobil untuk keperluan dinas. Satu perusahaan lagi adalah CV Putera Mandala yang berdomisili di Jalan Teluk Tiram Darat Banjarmasin.
 Saat dilakukan pelacakan di alamat CV Anugerah yang dalam surat perintah kerja (SPK) berdomisili di Jalan Indra Giri No 134 RT 09 RW II kelurahan Loktabat Utara, ternyata disepanjang ruas jalan itu tidak ditemukan plang perusahaan yang kabarnya bergerak pada bidang rental mobil ini.
 Beberapa warga sekitar yang ditanya juga tidak mengetahui di lingkungan setempat terdapat CV Anugerah yang bergerak di bidang rental mobil hingga akhirnya pencarian dilanjutkan ke kantor Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) Banjarbaru untuk mengecek alamat perusahaan tersebut.
 Dari dokumen yang diperlihatkan pegawai setempat diketahui, perusahaan tersebut awalnya milik Hj Noorsinah yang beralamat di Jalan Sukarelawan Gang Al Amin RT 24 RW X kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru sebelum dilakukan perubahan kepemilikan atas nama M Rafi'i yang berdomisili di Jalan Indra Giri.
 Fakta cukup mengejutnya, pemilik awal CV Anugerah kabarnya adalah istri Kasubbag Keuangan Disnak Kalsel, H Tabrani yang berstatus sebagai PNS. Namun, karena aturan tidak membolehkan pegawai negeri memiliki perusahaan sehingga kepemilikan dialihkan kepada M Rafi'i yang masih keponakan H Tabrani. adi



No comments: