Wednesday, March 11, 2009

Air Kemasan TDS Bermasalah

BANJARMASIN - Air putih kemasan bermerk TDS ternyata bermasalah. Dituding menyalahi ketentuan hukum, TDS di-police line dan pihak distributornya, Hj Mur, Direktur CV Nadya Murni pun ditahan Sat II Krimsus Dit Reskrim Polda Kalsel.
 Selasa (10/3), Dir Reskrim Kombes Pol Machfud Arifin didampingi Kasat II Krimsus AKBP Helvi kepada wartawan membenarkan kalau pihaknya sedang menangani kasus air kemasan TDS. Tersangkanya, adalah Hj Mur dan sudah ditahan pihaknya.
 "Memang benar kita ada menangani kasus air kemasan TDS yang dipasarkan CV Nadya Murni. Tersangkanya adalah Direktur CV Nadya Murni, yakni Hj Mur dan sudah kita tahan," ujarnya.
 Informasi terhimpun, dari laporan warga, disinyalir kalau air kemasan TDS tidak aman dikonsumsi oleh masyarakat karena tidak memuat tanggal pembuatan maupun tanggal kadaluarsanya.
 Berbekal informasi tersebut, kemudian Sat II Krimsus melakukan penggrebekan ke CV Nadya Murni, Jalan Brigjen H Hasan Basry RT 27 Kelurahan Pangeran, Banjarmasin Utara yang diketahui memperdagangkan air kemasan tersebut, Kamis (5/3) lalu.
 Dalam penggrebekan tersebut, polisi lalu menyita sebanyak 169 dos air kemasan TDS Nol Tulen ukuran 600 mililiter, 503 dos TDS ukuran 1.500 mililiter, 56 buah TDS dalam galon, galon kosong, lakban dan lain-lain.
 Dari sumber di Dit Reskrim, penanganan tersebut disinyalir karena air kemasan TDS menyalahi sejumlah ketentuan, seperti pasal 62 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, di mana air kemasan semestinya memuat tanggal dan tahun pembuatan termasuk keterangan kapan produk termasuk memasuki masa kadaluarsa.
 Di samping itu, air kemasan TDS juga menyalahi pasal 58 UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan, di mana produk yang ditampilkan melalui iklan atau brosur, termasuk khasiat mesti sesuai dengan kandungan dan fakta produk.
 Selain itu, polisi mencurigai kalau produk TDS dibuat sendiri oleh pihak CV Nadya Murni. Namun, kecurigaan tersebut masih coba dibuktikan, karena ada kemungkinan TDS dibuat di luar Kalsel.
 Sayangnya, modus kasus ini masih samar-samar diketahui wartawan, karena polisi masih belum melakukan gelar kasus. Ada kesan, kasus ini seperti ditutup-tutupi. Meski demikian, kemarin, Dir Reskrim berjanji pada hari ini, Rabu (11/3) akan membeberkan sejumlah kasus yang ditangani, termasuk kasus air kemasan ini. adi 






















  





No comments: